Buka konten ini

LINGGA (BP) – Suasana penuh warna menyelimuti Museum Linggam Cahaya Bunda Tanah Melayu, Jumat (22/8). Beragam lomba yang digelar menambah semarak acara bertajuk Semarak Lomba Edukasi Museum 2025 dengan tema “Kenali, Lestarikan, dan Cintai Warisan Budaya Lingga Bunda Tanah Melayu.”
Rangkaian lomba menghadirkan kearifan lokal yang dikemas menarik. Ada Fashion Show Awang Dayang yang memukau lewat busana khas Melayu, lomba melukis dengan goresan imajinasi indah tentang Lingga, lomba bercerita yang menghidupkan kembali legenda rakyat, hingga lomba permainan gasing yang membangkitkan nostalgia permainan tradisional.
Acara dibuka langsung oleh Staf Ahli Bupati Lingga Bidang Pertanian, Perikanan, dan Peternakan, Yulius. Kehadirannya menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap pelestarian budaya daerah.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga, Zalmidri, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi sarana edukasi bagi generasi muda.
“Kami ingin anak-anak Lingga tidak hanya mengenal sejarah, tetapi juga bangga menjadi bagian dari Bunda Tanah Melayu. Dengan mengenal, mereka akan melestarikan; dan dengan melestarikan, mereka akan semakin mencintai budaya daerahnya,” ujarnya, Minggu (24/8).
Turut hadir dalam kesempatan itu Kepala OPD, tenaga ahli bidang destinasi wisata, lurah, kepala sekolah, guru, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga para pelajar peserta lomba.
Kehadiran mereka menjadi penegasan bahwa pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya milik pemerintah.
Kemeriahan Semarak Lomba Edukasi Museum 2025 ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Kabupaten Lingga menjaga identitasnya sebagai Bunda Tanah Melayu. Lebih dari sekadar meninggalkan jejak keceriaan, kegiatan ini menyalakan kembali semangat kebanggaan akan warisan budaya untuk diwariskan kepada generasi berikutnya. (***)
Reporter : VATAWARI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO