Buka konten ini

BINTAN (BP) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bintan masih kekurangan tenaga medis. Mulai dokter, perawat, hingga ahli gizi. Kekosongan ini membuat ruang perawatan intensif anak (Picu) dan bayi (Nicu) belum bisa beroperasi optimal.
Direktur RSUD Bintan, dr Tony Masruri, mengatakan pihaknya membutuhkan tambahan tenaga medis untuk mendukung operasional layanan tersebut. Karena itu, manajemen membuka lowongan kerja sejak 19-22 Agustus, dengan batas penyerahan berkas lamaran paling lambat 25 Agustus.
“Ada tiga formasi yang dibuka, yaitu kedokteran umum, keperawatan, dan nutrisionis,” terang Tony, Jumat (22/8).
Formasi kedokteran umum dibutuhkan tiga orang. Formasi keperawatan terdiri dari dua perawat ahli pertama (S1 Keperawatan/Profesi Ners) dan 15 perawat terampil (D3 Keperawatan). Sedangkan formasi nutrisionis dibutuhkan satu orang dengan kualifikasi S1 Gizi.
Pelamar harus memenuhi syarat umum, di antaranya memiliki Surat Tanda Registrasi (STR), berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) dengan KTP Bintan, serta berusia minimal 24 tahun.
Tony menjelaskan, tenaga medis yang direkrut akan berstatus pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Setelah formasi terisi, RSUD Bintan bisa segera mengoperasikan layanan Picu dan Nicu.
“Gedung dan peralatan sudah siap sejak beberapa tahun lalu. Tinggal menunggu tenaga medis yang akan bertugas,” tegasnya. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GALIH ADI SAPUTRO