Buka konten ini
BATAM (BP) – Aksi perompakan kapal asing di perairan Kepri diduga mulai menurun pasca pengungkapan jaringan perompak oleh Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Kepri. Polisi menyebut kelompok perompak yang sebelumnya aktif kini memilih “cooling down” usai pengungkapan tersebut.
Direktur Polairud Polda Kepri, Kombes Pol Handono Subiakto, mengatakan proses pemberkasan terhadap para tersangka yang sudah diamankan kini hampir rampung.
“Sampai sekarang masih proses penyidikan. Memang ada beberapa kendala teknis yang belum bisa kami sampaikan secara detail. Namun, berkas segera kita kirimkan,” ujarnya di Mapolda Kepri, Batam, Jumat (22/8).
Handono menyebut, tersangka yang sudah ditangkap masih orang-orang yang sebelumnya diekspos pada pengungkapan awal. Kendati demikian, pihaknya masih memburu tiga kelompok lain yang diduga terlibat dalam jaringan perompakan tersebut.
“Upaya perburuan tetap kami lakukan. Sebagian besar jaringan ini masih berada di wilayah Kepri, tapi ada juga yang posisinya di luar pulau, bahkan sampai ke Jakarta dan daerah lain,” jelasnya.
Menurutnya, pasca pengungkapan kasus ini oleh Ditpolairud Polda Kepri bebe-rapa waktu lalu, aktivitas perompakan di Selat Philip menurun drastis. Handono menyebut kondisi itu sebagai efek jera dari ekspos besar-besaran yang dilakukan aparat.
“Sejak kami rilis, laporan terkait aksi perompakan di sana langsung drop. Mereka cooling down, tidak ada lagi main di Selat Philip. Mudah-mudahan hal ini menjadi pertanda baik,” katanya.
Meski demikian, Handono menegaskan pihaknya tidak terlena dengan situasi tersebut. Aparat tetap melakukan patroli dan pengawasan di jalur perairan strategis, khususnya di kawasan perbatasan yang rawan kejahatan laut.
“Kalau kami lengah, mereka bisa saja kembali beraksi. Karena itu, pengawasan terus kami tingkatkan,” tegasnya.
Sebelumnya, Ditpolairud Polda Kepri berhasil membongkar jaringan perompakan kapal asing di Selat Philip, Karimun. Sebanyak 10 orang pelaku ditangkap dengan sejumlah barang bukti, mulai dari onderdil curian hingga senjata rakitan.
Hasil pemeriksaan mengungkap para pelaku sudah beraksi sejak 2017. Bahkan hanya dalam sebulan terakhir, kelompok ini tercatat empat hingga enam kali melakukan pencurian di atas kapal asing yang melintas.
Para tersangka memiliki peran masing-masing, mulai dari tekong kapal, pemanjat, hingga pengambil barang hasil curian. Mereka seluruhnya berasal dari wilayah Kepri. (*)
Reporter : Yashinta
Editor : RYAN AGUNG