Buka konten ini

BATAM (BP) – Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2025 yang tengah berjalan di Kota Batam masih diwarnai keraguan sejumlah orang tua murid. Sebagian memilih tidak mengizinkan anaknya ikut vaksinasi, karena takut sakit atau termakan isu miring yang beredar.
Reni, orang tua murid kelas 1 SD, mengaku khawatir anaknya justru sakit setelah disuntik.
“Takutnya setelah disuntik malah demam atau pegal. Jadi saya pilih tidak usah,” ujarnya, Kamis (21/8).
Kekhawatiran serupa juga dirasakan beberapa orang tua lain. Akibatnya, ketika petugas puskesmas datang ke sekolah, tidak semua murid ikut serta.
Penanggung jawab program imunisasi Puskesmas Botania, Richa Hayati Purba, menegaskan vaksinasi sangat penting untuk melindungi anak dari penyakit berbahaya. Vaksin MR diberikan kepada murid kelas 1 SD, sedangkan vaksin HPV diberikan kepada murid putri kelas 5 SD sebagai pencegahan kanker serviks.
“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Efek samping paling hanya pegal atau bengkak ringan. Tidak benar kalau vaksin bikin sakit apalagi mandul. Itu hoaks,” tegas Richa.
Puskesmas Botania mencatat hingga 20 Agustus, cakupan imunisasi MR mencapai 60 persen dari 1.459 siswa kelas 1. Sedangkan cakupan HPV baru 50 persen dari 800 sasaran.
“Kami masih menjadwalkan di beberapa sekolah lagi. Harapannya capaian terus meningkat,” tambahnya.
Hal senada disampaikan dokter penanggung jawab P2P Puskesmas Botania, dr. Sri Widiawaty. Ia menuturkan imunisasi di sekolah dilakukan setiap tahun sesuai petunjuk teknis Kementerian Kesehatan. “Ini investasi kesehatan jangka panjang. Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan,” ujarnya.
Menurut dr. Sri, vaksin HPV aman diberikan kepada anak perempuan usia 9-10 tahun. Sejak diperkenalkan pada 2016, tidak pernah ada laporan efek samping serius. “WHO juga merekomendasikan vaksin ini. Jadi aman,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menambahkan BIAS hanya menyasar kelompok usia tertentu agar tepat sasaran. Vaksin MR diberikan kepada murid kelas 1 SD, sementara vaksin HPV ditujukan bagi murid putri kelas 5 SD, kelas 6 yang belum menerima vaksin, serta kelas 9 SMP.
Data Dinkes mencatat, total sasaran BIAS tahun ini mencapai 23.401 murid kelas 1, 11.551 murid putri kelas 5, 2.150 murid putri kelas 6, dan 10.612 murid putri kelas 9. Program ini dilaksanakan di 425 SD dan 218 SMP di Batam.
Hingga 20 Agustus 2025, capaian imunisasi tercatat MR 59,7 persen atau 13.252 murid, dan HPV dosis pertama 40,6 persen atau 8.512 murid.
“Peran orang tua sangat penting. Dukungan dan izin mereka menentukan kesuksesan program ini. Jangan sampai anak kehilangan kesempatan mendapatkan perlindungan kesehatan jangka panjang,” ujar Didi.
Salah seorang wali murid, Lina, 35, mengaku sempat ragu memberi izin anaknya. Namun setelah mendapat penjelasan dari tenaga kesehatan, ia akhirnya mengizinkan. “Awalnya takut, tapi setelah tahu manfaatnya, saya jadi yakin. Apalagi gratis, tentu sangat membantu,” katanya. (***)
Reporter : Yashinta – Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK