Buka konten ini
MANCHESTER (BP) – Tactician Manchester City Pep Guardiola pernah memberikan pujian kepada Thomas Frank pada September tahun lalu. Meski City menang 2-1 di Stadion Etihad kala itu, Pep menyebut permainan Brentford FC, tim yang ditangani Frank, sangat merepotkan Cityzens – sebutan City.
”Mereka tim yang luar biasa. Setiap sepak pojok selalu merepotkan. Mereka bermain dengan pressing tinggi. Thomas (Frank) adalah salah satu (pelatih) terbaik,” kata Pep kala itu dikutip dari BBC.
Prediksi Karier Naik Akhirnya Terbukti
Pujian Pep bukan sekadar lip service. Dia percaya jalan karier Frank akan naik. ”Hanya masalah waktu,” kata Pep ketika menjawab pertanyaan apakah Frank akan menangani tim yang lebih besar dari Brighton. Tidak sampai setahun, ucapan Pep terbukti.
Mulai musim ini, Frank menangani Tottenham Hotspur yang punya skuad kompetitif ketimbang Brighton. Memang Spurs bukan klub yang pernah juara Premier League, tetapi klub asal London Utara itu termasuk dalam big six Premier League.
Bersama klub barunya, Frank bisa lebih menyulitkan Pep lagi dalam matchweek kedua Premier League 2025–2026 di Stadion Etihad malam nanti (siaran langsung Champions TV 5/Vidio pukul 18.30 WIB).
Spurs Menang 4-0 Musim Lalu
Modal bagus dimiliki Spurs. Kali terakhir bertemu City di Stadion Etihad atau dalam matchweek ke-12 Premier League musim lalu, Spurs yang masih ditangani Ange Postecoglou secara mengejutkan menang telak 4-0. Padahal, ketika itu City tampil dengan skuad cukup lengkap, termasuk dua bintang utama Erling Haaland dan Kevin De Bruyne.
Menilik hasil matchweek pertama, kedua klub sama-sama dalam performa meyakinkan. City meraih kemenangan 4-0 di kandang Wolverhampton Wanderers, sedangkan Spurs unggul 3-0 atas tim promosi Burnley FC. Hasil itu membuat City sementara berada di puncak klasemen Premier League, sedangkan Spurs membayangi di posisi kedua.
Dalam machweek pertama pula, rekrutan baru kedua tim menunjukkan performa apik. Gelandang City berdarah Maluku, Tijjani Reijnders, mencetak satu gol dan satu umpan gol plus kreator untuk gol pembuka oleh Haaland. Di sisi lain, wide attacker Mohammed Kudus memberi efek penting untuk Spurs lewat dua umpan gol untuk striker Richarlison.
Gol kedua Spurs yang tercipta dari 17 operan dengan semua pemain Spurs terlibat dalam sentuhan bola, menuai pujian dari Frank. Tak terkecuali dengan Kudus yang didatangkan Spurs dari tetangga kota London, West Ham United.
”Aku agak kecewa karena gol terbaik musim ini sudah ada di awal. Aku rasa Kudus akan membantu permainan klub ini lebih agresif lagi,” tutur pelatih berkebangsaan Denmark tersebut di laman resmi klub. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG