Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Penggunaan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) di Tiongkok sudah memasuki tahap uji coba alias sandbox. Bank Indonesia memproyeksikan sistem pembayaran digital itu bisa digunakan pada akhir tahun ini. QRIS di Negeri Panda itu bisa berlaku untuk dua sisi, inbound maupun outbound.
“QRIS Tiongkok pada 17 Agustus sudah masuk tahap sandboxing. Akhir tahun, bisa diimplementasikan untuk Indonesia-Tiongkok dua sisi, baik inbound maupun outbound,” ujar Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, di Jakarta kemarin (21/8).
Pemberlakuan QRIS di Tiongkok berbeda dengan Jepang. Penggunaan QRIS di Negeri Sakura hanya berlaku secara outbound, yaitu untuk warga Indonesia yang bepergian ke luar negeri. Sementara itu, QRIS di Tiongkok berlaku dua sisi, yakni bagi WNI yang bepergian ke Tiongkok (outbound), maupun turis dari negara tersebut yang datang ke Indonesia (inbound).
Filianingsih menjelaskan, penerapan sistem pembayaran QRIS lintas negara atau cross-border harus menempuh berbagai tahapan. Pemberlakuan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) tidak hanya dilakukan dengan bank sentral negara setempat, tetapi juga pihak lain, termasuk industri lokal. Tahapan interlinking juga harus dilalui sebelum memasuki tahap uji coba.
Selanjutnya Arab Saudi
Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyebutkan bahwa QRIS sudah digunakan di negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura. Per 17 Agustus lalu, sistem pembayaran digital ini sudah bisa digunakan bagi warga Indonesia yang bepergian ke Jepang.
Perry menambahkan, QRIS juga akan bisa digunakan di Arab Saudi untuk para jemaah haji maupun umrah. QRIS nantinya akan terintegrasi dengan kartu Nusuk.
“QRIS juga akan digunakan para jemaah umrah dengan kartu Nusuk. Nusuknya tidak hanya untuk umrah, tetapi bisa juga digunakan sebagai e-wallet, bahkan untuk membeli barang,” terangnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO