Buka konten ini
KARIR Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel terbilang cepat melejit cepat. Sebelum menjadi wakil menteri, alumnus Universitas Satya Negara Indonesia, Jakarta Selatan itu bahkan sempat menjadi driver ojek online (ojol).
Dia mengaku menjadikan surat nikahnya sebagai jaminan pendaftaran driver ojol. “Saya pernah menjadi driver ojol pada tahun 2016 dan anak saya pun ikut jadi driver ojol,” ungkapnya.
Pada Pilpres 2019, ia tiba-tiba muncul sebagai ketua kelompok relawan Jokowi Mania (JoMan). Setelah Jokowi menang, tak berselang lama, pada 2021, Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk Noel sebagai Komisaris Utama PT Mega Eltra, anak usaha PT Pupuk Indonesia.
Namun, jabatan itu hanya dia emban sekitar satu tahun. Ia dicopot pada Maret 2022 setelah menjadi saksi meringankan dalam sidang terorisme Munarman, mantan Sekretaris FPI.
Sepak terjang Noel pada Pilpres 2024 pun tak kalah kontroversial. Awalnya, Noel mendukung pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Dia bahkan masuk dalam relawan Ganjar Pranowo Mania (GP Mania). Namun, di tengah jalan, ia justru balik kanan. Pada Februari 2023, Noel membubarkan GP Mania dan berbalik arah mendukung Prabowo Subianto.
Prabowo akhirnya menang dan terpilih sebagai Presiden 2024–2029. Pria asal Riau itu lalu diangkat menjadi Wamenaker.
Selama 10 bulan menjabat sebagai pendamping Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli, Noel kerap membuat pernyataan kontroversial. Misalnya ketika ia ditugasi menangani kasus PHK massal di PT Sri Rejeki Isman (Sritex).
Ia sempat menyebut ada “tangan setan” yang cawe-cawe dalam kasus tersebut. Dia menyebut ada oknum yang menjadi dalang atau berkeinginan kuat untuk memberangus Sritex. Kala itu, di hadapan para pekerja Sritex, Noel berjanji memperjuangkan nasib para buruh.
“Saya lebih baik kehilangan jabatan daripada harus melihat saudara-saudara saya di-PHK,” katanya kala itu. Toh, pada akhirnya, ribuan pekerja Sritex tetap kena PHK.
Pada 17 Februari lalu, Noel kembali mengeluarkan pernyataan yang memicu perdebatan. Saat itu dia mengomentari tagar #KaburAjaDulu. Noel mempersilakan warga yang mau kabur ke luar negeri dan meminta mereka tak kembali ke Indonesia.
“Mau kabur, kabur aja lah. Kalau perlu jangan balik lagi,” ungkapnya saat itu.
Pernyataan tersebut sontak memicu berbagai reaksi negatif dari warganet. Banyak yang menganggap Noel tidak punya empati.
Terbaru, ia sempat berkomentar soal target 19 juta lapangan kerja yang dijanjikan Prabowo-Gibran saat kampanye pilpres dulu. Dia mengatakan, target itu dapat terealisasi jika situasi ekonomi global dalam kondisi yang baik. Tapi sayangnya, saat ini justru sedang tidak stabil. Apalagi, usai adanya pengenaan tarif resiprokal oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
“Memangnya Pak Prabowo itu Tuhan yang bisa ngeliat ke depan? Memangnya ada yang tahu kalau Donald Trump akhirnya terpilih jadi Presiden Amerika? Kan enggak ada yang tahu. Semua kan gambling,” paparnya saat ditanya soal target 19 juta lapangan pekerjaan di kantor Kemenaker, 14 Agustus 2025 lalu.
Perjalanan karir Noel ini ibarat roller coaster. Begitu cepat menanjak naik, tapi secepat kilat pula menukik ke bawah usai ditangkap dalam OTT KPK. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG