Buka konten ini

NEW YORK (BP) – Panitia grand slam US Open 2025 boleh saja ”meramaikan” nomor ganda campuran dengan memperbolehkan pemain tunggal papan atas ikut serta. Meski begitu, gelar juara tetap dikuasai oleh pemain spesialis ganda campuran.
Duo Italia, Sara Errani dan Andrea Vavassori, berhasil mempertahankan gelar setelah mengalahkan pemain tunggal yang dipasangkan, Iga Swiatek/Casper Ruud, 6-3, 5-7, 10-6 di USTA Billie Jean King National Tennis Center, New York, kemarin (21/8).
Juara Grand Slam yang Kedua Tahun Ini
Itu merupakan gelar grand slam kedua tahun ini bagi Errani/Vavassori. Sebelumnya, mereka memenangkan Roland Garros pada awal Juni lalu. Total, sejak berpasangan dalam dua tahun terakhir, Errani/Vavassori telah meraih tiga gelar grand slam.
”Kami telah melakukan sesuatu yang luar biasa selama dua tahun ini,” kata Vavassori saat seremoni penyerahan trofi seperti dikutip dari laman resmi US Open.
”Aku harus mengucapkan terima kasih atas energi yang kamu berikan di lapangan. Bermain bersamamu serasa seperti keluarga,” lanjut Vavassori memuji Errani.
Hadiah Lebih Besar, Main Lebih Singkat
Sesuai aturan baru US Open, Errani/Vavassori mendapatkan hadiah lebih besar sebagai pemenang tahun ini. Yakni, USD 1 juta (sekitar Rp 16,2 miliar). Jumlah hadiah itu diperoleh dalam jangka waktu bermain yang lebih singkat atau hanya dalam rentang dua hari.
Errani pun senang dengan pencapaiannya tersebut. ”Rasanya selalu istimewa (menjadi juara). Apalagi, meraihnya dalam dua tahun beruntun,” tutur petenis wanita 38 tahun tersebut.
Beda dengan Main Tunggal
Sementara itu, Swiatek mengakui jika pemain ganda punya keunggulan yang memang belum dimiliki pemain tunggal. ”Aku rasa pemain ganda lebih baik secara taktis daripada pemain tunggal,” kata tunggal putri peraih juara grand slam Wimbledon 2025 itu dikutip dariTennis World USA.
Meski begitu, dia senang atas kesempatan main ganda campuran yang diberikan di US Open. ”Aku sangat menikmatinya,” ucap Swiatek. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO