Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Pemerintah Kabupaten Anambas resmi memulai program Sekolah Rakyat (SR) pada 15 Agustus lalu. Tahun ajaran perdana ini menjadi tonggak awal pemerataan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di kepulauan terluar tersebut.
Sebanyak 23 siswa terpilih menjadi angkatan pertama, terdiri dari 13 siswa jenjang SMP dan 10 siswa jenjang SMA. Mereka berasal dari empat kecamatan: Siantan, Palmatak, Siantan Tengah, dan Kute Siantan.
Pantauan Batam Pos, Rabu (20/8), suasana belajar terlihat semangat. Para siswa tampak antusias menyambut kunjungan Bupati Anambas, Aneng, bersama Wakil Bupati, Raja Bayu, yang meninjau langsung jalannya kegiatan belajar mengajar.
‘‘Meski fasilitasnya masih sederhana, anak-anak tetap semangat belajar. Gedung baru sedang kita usulkan dan surveinya sudah berjalan,’’ ujar Aneng.
Saat ini, kegiatan belajar dipusatkan di bangunan bekas Kantor Kecamatan Palmatak di Desa Ladan. SR tidak hanya fokus pada akademik, tapi juga membentuk karakter dan kedisiplinan.
Salah satu siswa, Hafiz, mengaku mengalami perubahan besar sejak bergabung di SR. Ia terbiasa bangun pagi sejak dini hari, mengikuti salat subuh berjemaah, olahraga pagi, hingga belajar dari pagi sampai sore.
Awalnya kaget, tapi sekarang sudah terbiasa. Rasanya nyaman, seperti di pesantren, kata Hafiz.
Ia juga senang karena seluruh fasilitas, seperti tempat tidur dan makan, sudah disiapkan.
Setelah Magrib dan Isya berjemaah, siswa kembali mengikuti kegiatan keagamaan. Kehidupan di SR dirancang membentuk karakter mandiri, religius, dan tangguh.
Bupati Aneng menegaskan, Sekolah Rakyat tidak hanya menyasar pendidikan formal, tetapi juga bertujuan mencetak generasi penerus yang unggul. Bahkan, ia berharap kelak lahir pemimpin-pemimpin Anambas dari sekolah ini.
Dari Sekolah Rakyat ini, saya ingin tumbuh calon pemimpin masa depan Anambas. Mungkin juga pengganti saya nanti,’’ ucapnya.
SR diharapkan menjadi rumah kedua bagi siswa-siswa terpilih, tempat menimba ilmu sekaligus belajar hidup bersama, berbagi, dan menghargai nilai-nilai kebersamaan. (*)
Reporter : Ihsan Imaduddin
Editor : iman wachyudi