Buka konten ini

Tidak banyak yang tahu, tanggal 19 Agustus adalah World Photography Day atau Hari Fotografi Dunia. Satu momen untuk menghargai peran fotografi. Bukan hanya sebagai karya seni, tetapi juga sebagai saksi sejarah perjalanan kehidupan dunia.
DARI potret sederhana hingga foto jurnalistik yang mengguncang opini publik, setiap jepretan memiliki kekuatan untuk merekam peristiwa dan mengungkap keindahan yang kadang terlewat oleh mata. Bagi seorang fotojurnalis atau pewarta foto, kamera adalah “pena cahaya” yang menuliskan kebenaran di tengah peristiwa.
Karya foto jurnalistik bisa mengungkap tragedi, memperjuangkan keadilan, hingga menjadi bukti sejarah yang tak terbantahkan. Sementara bagi fotografer dari genre berbeda, setiap bidikan adalah cara untuk memperkenalkan manusia pada keelokan bumi, rimbun hutan tropis, keindahan sunset, sunrise hingga hamparan bintang di langit malam.
Fotografi ibarat bahasa universal. Ia melampaui batas negara, budaya, bahkan perbedaan generasi. Sebuah foto bisa memunculkan emosi yang sama, meski dilihat oleh orang dari latar belakang yang berbeda.
Setiap tanggal 19 Agustus setiap tahunnya, khalayak dunia merayakan Hari Fotografi Dunia, sebuah hari yang didedikasikan untuk mengangkat nilai seni dan ilmu fotografi. Para fotografer, baik amatir maupun profesional serta pencinta dan penghobi fotografi, merayakan kontribusinya dalam perkembangan dunia fotografi.
Para fotografer amatir dan profesional juga berkontribusi dalam mengabadikan momen-momen penting dalam mengungkap keindahan dunia dan menyampaikan berbagai cerita melalui sebuah karya foto. Melihat pentingnya fotografi dalam kehidupan, fotografi tidak hanya berfungsi sebagai alat dokumentasi, namun sebagai medium seni yang mampu menyampaikan emosi, pemikiran, dan pesan yang kuat.
Melalui sebuah karya foto, khalayak atau masyarakat umum dapat menyaksikan peristiwa-peristiwa penting, perubahan sosial, dan keindahan alam yang tersebar di seluruh dunia. Sehingga fotografi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia, mulai dari mengabadikan momen-momen berharga dalam kehidupan hingga mendokumentasikan berbagai peristiwa sejarah yang terjadi di dunia.
Seiring dengan perkembangan teknologi, dunia fotografi telah mengalami perubahan yang dari masa ke masa. Mulai dari era kamera analog yang menggunakan film, kini di era digital. Kemajuan teknologi juga telah membuka banyak kemungkinan baru dalam dunia fotografi, seperti editing foto atau gambar melalui perangkat lunak (software), aplikasi, fotografi drone, dan teknik pencaha-yaan yang canggih.
Fotografer senior Indonesia Firdaus Fadlil (63) menjelaskan, fotografi memang telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan dunia. Melalui lensa kamera, seseorang dapat merekam sejarah, dokumentasi perubahan sosial serta mengungkap keindahan alam.
Fotografi, jelas Firdaus, memungkinkan khalayak untuk melihat dunia dari berbagai perspektif, memahami budaya yang berbeda dan merasakan emosi yang terabadikan dalam setiap momen. ”Di era digital ini, fotografi telah melampaui batasan, menghubungkan orang-orang dari berbagai belahan dunia dalam hitungan detik,” ungkapnya saat diwawancarai Batam Pos di Tanjungpinang, Selasa (19/8).
Foto-foto yang diambil di satu sudut dunia dapat langsung diakses oleh orang-orang di belahan dunia lain, membawa cerita dan informasi yang dapat memperkaya pengetahuan. Selain itu, melalui potret-potret yang menggugah, khalayak dapat menyoroti isu-isu lingkungan, kemanusiaan, dan keadilan sosial, untuk bertindak dan membuat perbedaan.
”Fotografi akan terus menjadi alat yang kuat dalam sejarah, menyatukan orang-orang dan menginspirasi untuk menjadi lebih baik,” jelas mantan fotojurnalis Majalah Hai.
Menghargai Karya Fotografi
Hari Fotografi Dunia juga menjadi momentum untuk menghargai kerja keras para fotografer baik amatir maupun fotografer profesional di seluruh dunia. Sebab fotografer adalah para seniman yang memiliki keahlian dalam menangkap momen dan menyajikannya dengan cara yang indah dan bermakna.
Karya-karya fotografi para fotografer ini sering kali menjadi alat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat atas momen peristiwa yang terjadi serta peka terhadap isu-isu sosial, lingkungan, dan budaya. ”Hari Fotografi Dunia adalah saat yang tepat untuk merenungkan betapa pentingnya fotografi dalam kehidupan manusia,” ujar Firdaus yang telah menggeluti fotografi sejak 40 tahun silam.
Hal ini adalah momen untuk menghargai fotografer yang berdedikasi dalam perkembangan dunia fotografi dan mengingat betapa kuatnya pengaruh sebuah foto dalam menyampaikan pesan. Pada momen ini, sudah saatnya khalayak atau masyarakat turut bergembira merayakan seni fotografi dan berterima kasih kepada para fotografer yang telah membantu melihat dunia dengan cara yang berbeda melalui lensa.
Firdaus mengimbau semua fotografer dan pencinta fotografi, agar terus bersemangat untuk mengabadikan momen-momen indah dan penting dalam kehidupan ini. Menurutnya, fotografi adalah bahasa universal yang melampaui kata-kata yang dapat menyatukan keindahan, emosi, dan cerita yang tak terucapkan.
”Teruslah mengeksplorasi kreativitas, bermain dengan cahaya, warna, dan perspektif, karena setiap jepretan adalah sebuah karya seni yang unik dan berharga,” imbau satu-satunya fotografer Indonesia yang meliput konser Woodstock di New York 1994.
Kepada para fotografer di Tanah Air khususnya di Kepri dan Tanjungpinang, Firdaus menekankan agar tetap berinovasi, belajar, dan berbagi. Sebab dunia fotografi terus berkembang dan fotografer adalah bagian dari perjalanan dunia.
Dalam setiap karya foto yang tercipta, kata Firdaus, fotografer yang memiliki kekuatan untuk menginspirasi dan menyentuh hati, dapat membuka mata dunia terhadap hal-hal yang mungkin terlewatkan. Selain itu, fotografer dapat menyebarkan keindahan yang ada di belahan dunia serta merekam gerak sejarah di dalam karya foto.
Sehingga setiap karya foto yang tercipta menjadi kontribusi positif untuk dunia, mengabarkan peristiwa, menyebarkan kebaikan, menyuarakan isu-isu penting dan menyebarkan keindahan yang ada di belahan dunia. ”Teruslah berkarya dan menyebarkan pesan baik dan positif melalui sebuah karya foto. Selamat Hari Foto Dunia,” ucap fotografer asal Tanjungpinang ini.
Merangkai beragam sumber, peringatan Hari Fotografi Dunia berawal dari penemuan penting dalam dunia fotografi yaitu Daguerreotype, proses fotografi pertama yang dikembangkan oleh Louis Daguerre pada tahun 1837.
Saat itu, pemerintah Prancis kemudian mengakui penemuan ini dan pada 19 Agustus 1839, pemerintah mengumumkan Daguerreotype sebagai hadiah untuk dunia. Sejak saat itulah, 19 Agustus ditetapkan sebagai Hari Fotografi Dunia. (***)
Reporter : YUSNADI NAZAR
Editor : RYAN AGUNG