Buka konten ini

BLORA (BP) – Upaya pemadaman sumur minyak yang terbakar di Desa Gandu, Kabupaten Blora, hingga kini belum membuahkan hasil. Sampai kemarin, api masih terus berkobar.
Pantauan Radar Bojonegoro (Grup Batam Pos), Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Blora hanya mampu melokalisir api agar tidak merembet ke lingkungan sekitar. Pemkab akhirnya meminta bantuan Pertamina EP Cepu.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora, Mulyowati, menyampaikan bahwa api yang keluar dari sumur minyak masih cukup besar sehingga perlu penanganan ekstra.
“Meskipun kejadian ini bukan pada sumur milik Pertamina EP Cepu Field, tetapi karena blow out api cukup besar dengan gas yang tinggi, kami berkoordinasi dengan Pertamina dan meminta bantuan unit pemadam beserta timnya untuk melakukan penanganan bersama pemkab,” jelas Mulyowati.
Manager Communication Relations & CID Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, Rahmat Drajat, mengatakan pihaknya telah mengirimkan bantuan kendaraan dan personel untuk membantu memadamkan api.
“Hal ini sejalan dengan prioritas Pertamina untuk mengutamakan keamanan dan keselamatan, serta atas dasar kemanusiaan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa eksplorasi sumur minyak seharusnya dijalankan sesuai dengan prinsip keselamatan dan tetap mematuhi peraturan perundang-undangan.
“Hal ini guna terciptanya keselamatan, keamanan, dan kenyamanan, baik di lingkungan perusahaan maupun masyarakat sekitar,” jelasnya.
Kebakaran sumur minyak itu terjadi pada Minggu (17/8). Api sempat memicu ledakan dan menjilat rumah warga di sekitar lokasi. Tiga orang meninggal dunia dan belasan warga mengalami luka bakar. Musibah itu membuat puluhan warga mengungsi karena khawatir api merembet ke permukiman. Hingga kemarin, penyebab kebakaran belum diketahui. Yang pasti, sumur minyak tersebut dikelola warga tanpa izin resmi.
Polisi Masih Selidiki Penyebab Kebakaran
Polres Blora segera menertibkan aktivitas pertambangan minyak ilegal. Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto sudah berkoordinasi dengan Bupati Blora dan Polda Jawa Tengah untuk memperketat pengawasan terhadap sumur-sumur minyak ilegal yang masih beroperasi.
“Penertiban sumur-sumur masyarakat akan ditingkatkan kembali,” ujar AKBP Wawan di lokasi kejadian, Senin (18/8).
Hingga kemarin, Polres Blora masih menyelidiki penyebab kebakaran sumur minyak di Dukuh Gendono. Empat orang saksi telah dimintai keterangan. Mereka adalah warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi sumur.
“Untuk pemilik sumur, sementara ini belum dimintai keterangan,” jelasnya.
Polres Blora juga telah berkoordinasi dengan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah untuk penyelidikan lebih lanjut. Namun, kehadiran tim masih menunggu api benar-benar padam.
“Kalau api sudah padam, insya Allah tim Labfor akan datang ke lokasi,” tambahnya.
Kerahkan Empat Ekskavator
Pantauan Radar Kudus (Grup Batam Pos), empat ekskavator kemarin diterjunkan untuk membantu pemadaman sumur minyak di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo. Ekskavator itu mengeruk tanah dan menyusunnya mengelilingi area kebakaran.
Langkah tersebut ditempuh sebagai alternatif pemadaman. Pasalnya, dua hari dilakukan penyemprotan dengan air dan busa, api tetap tak kunjung padam.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Blora, Agung Tri, menjelaskan bahwa empat ekskavator itu akan membangun tanggul di sekitar lokasi sumur.
Tujuannya untuk menahan panas agar tidak merambat ke permukiman.
“Kemudian fungsi kedua adalah mempersempit semburan. Jadi nanti setelah dipersempit dengan tanggul, akan dipasang seng, kemudian kita laksanakan pemadaman,” jelasnya.
Agung belum bisa memastikan kapan proses pemadaman api selesai.
“Karena terkendala mata bor yang masih di dalam dan bor atas belum kelihatan,” ungkapnya.
Sementara itu, jumlah pengungsi hingga kemarin tercatat sebanyak 750 orang. Mereka tinggal di tenda-tenda di balai desa dan lapangan voli. Ada juga warga yang mengungsi ke rumah kerabat. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO