Buka konten ini
BATAM (BP) – Langit Batam belakangan sering mendadak gelap, lalu diguyur hujan deras hanya dalam hitungan menit. Meski singkat, curah hujan tinggi itu kerap disertai kilat dan petir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut fenomena tersebut sebagai tanda awal musim penghujan yang mulai melanda hampir seluruh wilayah Kepulauan Riau (Kepri).
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan, mengatakan intensitas hujan mulai meningkat, meski masih bersifat sporadis dan belum merata.
“Ini baru awal musim penghujan. Masih ada hari-hari panas, tetapi secara bertahap hujan akan semakin sering turun, dan diperkirakan merata pada September nanti,” jelas Ramlan, Selasa (19/8).
Ia menjelaskan, kecepatan angin di perairan Kepri saat ini berkisar 7–10 knot. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan gelombang tinggi. Karena itu, nelayan dan masyarakat yang beraktivitas di laut diminta selalu waspada.
“Ketika angin kencang, awan cenderung menebal. Namun tidak selalu menghasilkan hujan, karena ada kalanya awan buyar. Tapi jika hujan turun, sering disertai petir. Ini yang perlu diwaspadai,” katanya.
Ramlan menambahkan, hujan deras mendadak di Batam umumnya terbentuk dari awan lokal, bukan pengaruh cuaca dari wilayah lain. Karena itu, hujan yang turun belum merata.
“Kalau kondisi cerah lalu tiba-tiba hujan deras, biasanya itu awan lokal. Sifatnya sporadis dan mendadak,” ucapnya.
Selain mengganggu aktivitas masyarakat, perubahan cuaca ekstrem juga bisa berdampak pada kesehatan. BMKG mengingatkan agar masyarakat menjaga stamina, cukup minum air putih, dan mengantisipasi risiko dehidrasi.
“Perubahan cuaca yang drastis dapat memengaruhi daya tahan tubuh. Jadi penting untuk menjaga kesehatan di masa peralihan ini,” kata Ramlan.
BMKG juga mengimbau masyarakat terus memantau prakiraan cuaca resmi.
“Jangan abaikan peringatan dini, terutama bagi yang hendak melaut atau beraktivitas di luar ruangan,” tegasnya.
Sering Tergenang, Percepat Perbaikan Drainase
Hujan deras yang mengguyur Batam kembali menyebabkan genangan air di sejumlah ruas jalan utama, Selasa (19/8) siang. Kawasan Batuaji, Sagulung, hingga Marina terdampak, membuat arus lalu lintas tersendat meski kendaraan masih dapat melintas.
Pantauan Batam Pos, genangan terjadi di ruas Jalan R Suprapto, Brigjen Katamso, Jalan Diponegoro Sei Temiang, hingga Jalan Marina City. Kondisi jalan yang tergenang memaksa pengendara ekstra hati-hati agar tidak tergelincir maupun menimbulkan cipratan air ke kendaraan lain.
Genangan terparah terlihat di Jalan Marina City dan akses menuju Kaveling Baru Sagulung. Air bertahan hampir seharian meski hujan sudah reda, dan baru mulai surut menjelang sore. Situasi ini semakin menyulitkan pengendara, terutama pada jam sibuk ketika arus lalu lintas padat.
Selain menghambat mobilitas, genangan berulang juga mempercepat kerusakan jalan. Beberapa ruas mulai berlubang karena sering terendam air. Warga sekitar menilai hal ini terjadi akibat posisi jalan yang berada di dataran rendah serta minimnya saluran pembuangan.
“Setiap hujan deras pasti banjir. Tidak ada saluran pembuangan yang jelas, jadi air langsung tergenang di jalan,” keluh Riko, warga Sagulung.
Warga mendesak Pemerintah Kota Batam memberi perhatian lebih. Menurut mereka, genangan air tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga membahayakan keselamatan dan memperburuk kondisi jalan.
Saat ini, Pemko Batam memang tengah menjalankan proyek normalisasi drainase serta perbaikan jalan di sejumlah titik. Namun, pekerjaan belum menjangkau seluruh kawasan, termasuk titik rawan banjir yang kerap berulang.
“Kalau tidak segera dituntaskan, setiap hujan deras kita akan terus hadapi masalah yang sama,” ujar warga. (*)
Reporter : Eusebius Sara – Yashinta
Editor : RATNA IRTATIK