Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Kejuaraan Dunia yang berlangsung di Paris-Prancis, pada 25-31 Agustus ini menjadi debut bagi Alwi Farhan. Namun, kendati debutan, sang pelatih Indra Widjaja tak akan membuat program khusus bagi Alwi.
“Karena menurut saya, dan ngobrol sama anak-anak juga ya, disikapi secara biasa. Kalau kami terlalu nge-push sekali, sebetulnya turnamennya kan sama juga. Lawan-lawannya ya itu-itu juga gitu,” ujarnya.
Namun, Indra mengakui Kejuaraan Dunia tetaplah ajang bergengsi. Sebab, hampir semua pemain top dunia ambil bagian. “Misalnya kita bicara Alwi. Kemarin dia baru ngerasain pertama kali juara 300. Lalu pertama kali main di Super 500, 750, 1000. Semuanya kan pengalaman-pengalaman yang pelan-pelan dia laluin,” katanya.
Di Kejuaraan Dunia ini, Alwi disebutnya cukup beruntung bisa tampil karena Viktor Axelsen mundur. “Nah ini pengalaman yang sangat baik sekali untuk Alwi. Untuk mencoba hawa-hawa turnamen besar itu kayak gimana sih. Jadi baik banget lah untuk Alwi. Untuk pengalamannya,” sebutnya.
Hanya saja, jika dilihat dari lawan, beberapa di antaranya sudah pernah dihadapi Alwi ketika tampil di Super 500. Karena itu, yang menjadi konsentrasi adalah, bagaimana mempersiapkan pemainnya agar lebih siap lagi.
Tren Permainan Menanjak
Indra menuturkan, jika melihat performa Alwi di Tur Asia, dia memang selalu gugur pada babak awal Japan Open dan China Open. Namun trend penampilannya menanjak. “Meskipun kalah pun, saya rasa dari mulai bulan apa tuh, kalahnya selalu rubber set gitu. Jadi trendnya bagus untuk Alwi,” nilainya.
Satu hal lagi yang perlu ditekankan, Indra berharap Alwi bisa mengatur emosinya saat di lapangan dengan baik dan lenih stabil. Indra menyebutkan Alwi merupakan pemain yang enerjik.
“Jadi ya which is itu bagus. Tapi kita harus bisa kontrolnya gitu. Dan saya lihat ya apa yang kami bicarakan, apa yang kami diskusikan untuk kebaikan Alwi, dia bisa menjalankan ini dengan baik,” ucapnya.
Hadapi Nguyen Hai Dang
Di babak awal, Alwi akan menghadapi andalan Vietnam Nguyem Hai Dang. Ini menjadi pertemuan perdana bagi kedua pemain. Secara ranking, pebulu tangkis binaan PB Exist Jakarta itu lebih baik dengan 23 berbanding 58.
“Siapapun juga lawannya pasti sulit. Kalau lolos di babak keduanya antara Taiwan (Lin Chun Yi) sama Denmark (Rasmus Gemke),” kata Indra. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG