Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Ribuan siswa madrasah di Batam mulai merasakan manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah. Hingga pertengahan Agustus, sebanyak 12 lembaga pendidikan Islam dari tingkat dasar hingga menengah atas sudah menerima suplai makanan sehat secara rutin.
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, Budi Dermawan, menyebut kelancaran program ini berkat koordinasi erat antara pihak sekolah dan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Alhamdulillah, operasional berjalan baik, tidak ada laporan insiden atau permasalahan. Semua berkat komunikasi yang rutin dan koordinasi yang tepat antara pihak madrasah dan SPPG,” ujarnya, Kamis (14/8).
Budi menjelaskan, setiap madrasah memiliki pengaturan waktu makan berbeda, disesuaikan kebutuhan siswa.
Misalnya, untuk siswa kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah (MI), jadwal makan diatur pagi hari sekitar pukul 07.00–07.30 karena banyak yang belum sempat sarapan di rumah.
“Kalau kelas 2, jadwalnya pukul 12.00–12.30 untuk makan siang. Mereka biasanya sudah sarapan, jadi porsi MBG diberikan saat istirahat siang,” jelasnya.
Dua madrasah negeri yang sudah menjalankan program ini adalah MIN 1 Batam dan MAN 2 Batam. Sementara madrasah swasta yang menerima manfaat antara lain MAS Darul Falah, MTs Iskandar Muda, MTs Darul Ihsan, MTs Nurul Iman, MTs Darul Falah, MTs Al-Muttaqin, MIS Tarbiyyatul Hidayah, MIS Iskandar Muda, MI MU Batam Kota, dan MIS Al-Muttaqiin.
Koordinasi teknis dilakukan langsung antara madrasah dan pengelola SPPG, dengan laporan berkala ke Kemenag Batam untuk monitoring dan evaluasi. Pola ini dinilai efektif menjaga kualitas layanan, memastikan menu sesuai standar gizi, dan menghindari keterlambatan distribusi.
Budi menambahkan, program MBG kini juga mulai merambah pondok pesantren, khususnya setingkat sekolah dasar. Langkah ini diharapkan memperluas cakupan penerima manfaat agar tidak ada lembaga pendidikan Islam yang tertinggal.
“Harapan kami, semua lembaga pendidikan Islam di Batam bisa menikmati manfaat program ini secara merata. Selain membantu ketahanan pangan siswa, program ini juga mendukung konsentrasi belajar mereka di sekolah,” ujarnya.
Program MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan gizi anak sekolah sekaligus menekan angka stunting. Makanan yang disajikan memperhatikan keseimbangan gizi, meliputi karbohidrat, protein, sayuran, dan buah.
Sejumlah guru menyambut positif program ini. Mereka menilai, selain meringankan beban orang tua, MBG membuat siswa lebih bersemangat belajar. “Kalau sudah sarapan atau makan siang dengan menu sehat, anak-anak jadi lebih fokus di kelas,” kata Yuni, guru di Batam.
Dengan dukungan semua pihak, Kemenag Batam optimistis program ini akan terus berjalan baik bahkan berkembang menjadi program gizi berkelanjutan di masa depan. (***)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK