Buka konten ini

Singapura (BP) – Gangguan layanan LRT Sengkang-Punggol, Singapura, pada Jumat (15/8) pagi tidak hanya membuat perjalanan ribuan penumpang terganggu, tetapi juga memunculkan pemandangan tak biasa.
Viral di media sosial, sejumlah penumpang terpaksa berjalan kaki di tepi rel setelah kereta mendadak berhenti. Rekaman dan foto para penumpang yang menyusuri jalur rel itu segera beredar di media sosial, memicu diskusi soal keamanan dan keandalan transportasi publik di Singapura.
Banyak warganet terkejut melihat kondisi tersebut, karena sistem LRT jarang sekali mengalami situasi ekstrem yang memaksa evakuasi manual.
Dikutip dari Strait Times, operator transportasi setempat, SBS Transit, menjelaskan bahwa gangguan disebabkan kerusakan kabel antara Stasiun Farmway dan Kupang sekitar pukul 08.40, yang memutus aliran listrik ke seluruh 29 stasiun di jaringan Sengkang-Punggol.
Akibatnya, 10 kereta berhenti di tengah jalur. “Semua penumpang, termasuk yang menggunakan alat bantu mobilitas, berhasil dievakuasi dengan selamat sebelum proses pemulihan dimulai,” kata Jeffrey Sim, CEO SBS Transit.
Layanan baru mulai pulih bertahap sekitar pukul 11.00 dan sepenuhnya kembali normal menjelang pukul 13.00 siang.
Di platform TikTok, sejumlah pengguna membagikan video penumpang yang berjalan di sepanjang rel sambil didampingi petugas. Ada yang mengaku panik karena takut terlambat masuk kerja, ada pula yang menjadikan momen tersebut bahan lelucon dengan menyebutnya “morning hike gratis di Singapura.”
“Biasanya saya hanya butuh 45 menit naik LRT, kali ini harus berjalan di rel. Rasanya aneh dan bikin kesal,” ujar Kee Geok Suan (65), seorang eksekutif administrasi yang hendak menuju Stasiun Oasis.
Jason Sia (45), analis bisnis, menilai perjalanannya hanya sedikit lebih lama. “Kalau ini terjadi di jam sibuk, pasti ceritanya lain,” katanya.
Gangguan ini menambah catatan buruk karena hanya berselang empat hari dari insiden serupa pada 12 Agustus, yang melumpuhkan LRT Sengkang-Punggol hingga 10 jam. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : Iman Wachyudi