Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Laut Anambas kembali menelan insiden. Basri (42), nelayan asal Desa Piasan, Kecamatan Palmatak, nyaris meregang nyawa setelah jongkong kecil yang digunakannya ditabrak speed boat, Sabtu (16/8).
Peristiwa terjadi saat Basri tengah mencari tiram yang oleh warga setempat disebut pangsek di sekitar tepian karang. Terlalu larut dalam aktivitas, Basri tak menyadari dirinya sudah berada di tengah laut.
“Dia tak sadar posisinya sudah jauh ke tengah. Padahal pakai jongkong kecil,” ujar Kepala Desa Piasan, Zainal Arifin, Minggu (17/8).
Dari arah Desa Matak, datang speed boat yang dikemudikan Bujang dalam kecepatan tinggi. Melihat bahaya mengancam, Basri reflek melompat dari perahunya dan menyelam.
“Begitu lihat speed boat datang, dia langsung terjun dan menyelam untuk menyelamatkan diri,” jelas Arifin.
Sayangnya, manuver itu tak sepenuhnya berhasil. Tubuh Basri tetap terkena benturan, menyebabkan luka di beberapa bagian. Beruntung, warga cepat merespons dan mengevakuasinya ke RSUD Palmatak.
“Lukanya tidak parah, hanya perlu beberapa jahitan. Kalau tidak ada halangan, besok sudah bisa pulang,” tambahnya. Kasat Polairud Polres Anambas, Iptu Parlindungan Hasibuan, mengonfirmasi peristiwa ini. Ia menyebut, insiden telah diselesaikan secara kekeluargaan.
“Kami sudah tangani. Korban menyatakan tidak akan membawa masalah ini ke jalur hukum dan telah berdamai langsung dengan Bujang di hadapan kepala desa,” ujarnya.
Insiden ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan di perairan terbuka. Aktivitas nelayan kecil yang menggunakan perahu tradisional harus lebih diperhatikan oleh para pengemudi kapal cepat, agar tragedi serupa tak kembali terjadi di laut perbatasan ini. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : iman wachyudi