Buka konten ini

Anambas (BP) – Dari kejauhan, sebelum kapal menyentuh dermaga Pelabuhan Tarempa, sebuah bangunan megah dengan kubah hijau menyala dan menara putih menjulang sudah menyapa setiap mata yang memandang. Itulah Masjid Agung Baitul Ma’mur, ikon baru Kabupaten Kepulauan Anambas yang berdiri anggun di bibir Selat Tarempa.
Posisinya yang strategis, tepat di pintu masuk perairan Tarempa, membuat masjid ini menjadi panorama pertama yang menyambut kedatangan wisatawan dari Tanjungpinang maupun Batam. Tak heran jika banyak yang menyebutnya sebagai gerbang religius Anambas.
Dibangun sejak 2017 dan diresmikan pada 2020 oleh Menkopolhukam kala itu, Mahfud MD, bersama Mendagri Tito Karnavian, masjid ini kini telah menjadi salah satu landmark yang membanggakan bagi masyarakat Anambas. Arsitekturnya yang memadukan unsur budaya lokal dan estetika maritim, mencerminkan karakter khas daerah kepulauan yang begitu indah.
Imam Masjid Agung Baitul Ma’mur, Ali Muhsin, mengungkapkan ciri khas dari bangunan megah ini. Masjid ini memiliki satu kubah besar berwarna hijau dengan empat menara putih, di atasnya terdapat ornamen kecil berwarna hijau keemasan. Hal ini membuatnya tampak megah dari berbagai sudut,’’ ujarnya, Jumat (15/8).
Keindahan masjid semakin terasa dengan dinding luar bercat putih yang berpadu harmonis dengan ornamen cokelat, serta puluhan jendela hitam beraksen putih. Atap hijau yang elegan menambah kesan sejuk dan menyegarkan mata.
Tangga menuju lantai dua dilengkapi dengan dua tempat wudhu yang masih tampak baru, sementara lantai satu menyisakan ruang-ruang kosong yang kelak akan difungsikan sesuai kebutuhan. Dengan kapasitas yang mampu menampung hingga 5.000 jemaah, masjid ini selalu ramai oleh jemaah saat momen besar seperti Idulfitri dan Iduladha.
‘‘Pada hari besar, seluruh masyarakat berkumpul di sini. Suasananya sangat hangat, penuh kekeluargaan, dan penuh keberkahan,’’ tambah Ali Muhsin, menggambarkan antusiasme warga yang selalu memadati masjid.
Namun, Masjid Agung Baitul Ma’mur bukan sekadar rumah ibadah. Lokasinya yang menghadap langsung ke laut menjadikannya juga sebagai destinasi wisata religi yang memikat.
Saat senja tiba, cahaya jingga keemasan matahari terbenam berpadu dengan siluet menara dan kubah, menciptakan pemandangan yang memukau hati.
Bagi masyarakat Kecamatan Siantan, masjid ini menjadi simbol keragaman budaya dan persatuan, tempat yang mengikat hubungan antarwarga. Sementara bagi para pelancong, masjid ini adalah undangan untuk singgah, beribadah, dan menikmati ketenangan di tengah deburan ombak yang menenangkan.
Dengan segala keindahannya, Masjid Agung Baitul Ma mur tidak hanya menjadi saksi perkembangan pesat Kabupaten Kepulauan Anambas, tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang menambah pesona pulau ini. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : Iman Wachyudi