Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Sejumlah warga di beberapa perumahan di Batam mengeluhkan tagihan air yang melonjak hingga beberapa kali lipat. Padahal, menurut mereka, pemakaian air relatif sama seperti bulan-bulan sebelumnya dan jumlah penghuni rumah tidak bertambah.
Novi, warga salah satu perumahan di Batu Besar, Nongsa, mengatakan, tagihan air di rumahnya nyaris selalu tinggi setiap bulan, bahkan pernah mendekati Rp200 ribu.
“Hampir setiap bulan tagihan di atas Rp100 ribu. Bulan ini saja Rp188 ribu,” ujarnya, kemarin.
Ia mengaku heran dengan lonjakan tersebut. Menurutnya, tidak ada perubahan signifikan pada pola penggunaan air. Kondisi itu sudah terjadi hampir enam bulan terakhir.
“Pernah kami pulang kampung, rumah kosong, tapi tagihan tetap di atas Rp100 ribu. Ini kan aneh,” katanya.
Nada, warga lainnya, juga mengalami hal serupa. Tagihan air di rumahnya pernah mencapai Rp700 ribu dalam satu bulan, lalu turun menjadi sekitar Rp200 ribu pada bulan berikutnya.
“Heran saja kenapa bisa setinggi itu. Padahal di rumah hanya empat orang,” ucapnya.
Menanggapi keluhan itu, Humas Air Batam Hilir, Ginda Alamsyah, menegaskan pihaknya tidak pernah menaikkan tarif air. Tarif yang berlaku masih sama seperti sebelumnya.
“Tidak ada kenaikan tarif. Kalau ada lonjakan tagihan, kami minta pelanggan melapor ke kantor pelayanan,” jelasnya.
Menurut Ginda, salah satu penyebab tagihan membengkak bisa berasal dari kebocoran pipa yang tidak disadari pelanggan, baik pada sambungan rumah maupun instalasi di dalam rumah.
“Pelanggan sering tidak sadar ada kebocoran. Silakan lapor, nanti akan kami validasi,” ujarnya.
Air Batam Hilir memiliki tiga kantor pelayanan pelanggan, yakni di Bengkong, Batam Center, dan Batu Aji. Warga bisa mengajukan pengaduan agar tim fasilitas melakukan pengecekan langsung ke rumah.
Selain kebocoran, lonjakan tagihan juga bisa dipicu perubahan pola penggunaan air, seperti banyaknya tamu atau kegiatan yang meningkatkan konsumsi.
“Jangan sungkan untuk melapor jika ada keluhan,” tegas Ginda. (*)
Reporter : Yashinta
Editor : RATNA IRTATIK