Buka konten ini

LUBUKBAJA (BP) – Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah/Yayasan Ibnu Sina Batam, Kamis (14/8) pagi. Kunjungan ini diawali dengan inspeksi ke Sentra Penyediaan Pangan dan Gizi (SPPG) di kawasan Seraya, Lubukbaja.
SPPG ini setiap hari menyiapkan sekitar 3.126 porsi makanan bergizi untuk didistribusikan ke sejumlah sekolah di Batam, termasuk Yayasan Ibnu Sina. Budi mengaku puas melihat proses persiapan dan distribusi yang berjalan lancar.
“Kami di SPPG melihat bagaimana mempersiapkan makanannya untuk dikirim ke sekolah-sekolah. Anak-anak tampak senang sekali, makanannya bergizi dan tercukupi, sehingga mereka bersemangat belajar,” ujar Budi.
Menurutnya, program MBG yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto memiliki dampak jangka panjang yang signifikan. Pemenuhan gizi anak sejak dini, kata Budi, akan berpengaruh langsung terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Kalau gizinya cukup, anak menjadi cerdas, belajar dengan baik, sekolahnya bisa tinggi, dan masa depannya lebih baik. Kalau masa depan anak-anak baik, masa depan Indonesia juga akan lebih baik,” katanya.
Ia menegaskan, cita-cita Presiden dan pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 dimulai dari upaya konkret seperti pemenuhan gizi anak.
Dari sisi pasokan bahan pangan, Budi memastikan tidak ada kendala. Menu pagi yang disajikan kepada siswa terdiri dari nasi, ayam, sayur, dan tahu. Sebagian besar telur didatangkan dari Medan, sementara bahan pangan lainnya dipasok dari berbagai daerah.
“Pasokan lancar dari berbagai daerah membuat ekosistem ekonomi kita berjalan. Peternak, petani sayur, penggilingan beras, semuanya bergerak,” ujarnya.
Selain memberikan gizi bagi anak sekolah, keberadaan SPPG juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja di Batam.
“Semua mendapat manfaat dari program MBG ini, baik masyarakat, pelaku usaha, maupun tenaga kerja. Ini luar biasa,” kata Budi. (*)
Reporter : ARJUNA
Editor : RATNA IRTATIK