Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Suasana berbeda terasa di SMP Negeri 1 Palmatak, Kamis (14/8). Ratusan siswanya tak duduk di bangku kelas, melainkan berada di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) untuk belajar langsung cara bercocok tanam.
Di bawah bimbingan para penyuluh, siswa mempraktikkan mulai dari proses penyemaian, teknik mencangkok, hingga merawat tanaman agar tumbuh subur dan siap panen. Kegiatan ini menjadi kesempatan langka untuk memadukan teori dan praktik di lapangan.
Guru pendamping, Rahma Sari, mengatakan pembelajaran di alam memberi pengalaman bermakna bagi siswa.
‘‘Lingkungan sekitar bisa jadi sumber ilmu yang berharga. Siswa belajar langsung dari pengalaman, bukan hanya dari buku,’’ ujarnya.
Ia berharap metode ini mampu mengasah rasa ingin tahu, kreativitas, dan kerja sama antar siswa, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Salah satu siswa, Zivilla Sembiring, mengaku senang mendapatkan ilmu baru. ‘‘Saya kira menanam hanya gali lubang dan tanam. Ternyata ada teknik menyemai biji, tapi perawatannya lebih sulit,’’ ungkapnya sambil tersenyum.
Kunjungan ini pun meninggalkan kesan positif karena membuka wawasan siswa bahwa ilmu bisa didapat di mana saja, termasuk di kebun. (*)
Reporter : Ihsan Imaduddin
Editor : Iman Wachyudi