Buka konten ini
SURABAYA (BP) – Prestasi timnas voli putri senior Indonesia bak bumi dan langit di hadapan Thailand. Di ajang SEA Games, Indonesia baru sekali meraih medali emas. Itu pun terjadi 42 tahun lalu. Sementara Thailand sudah jadi langganan juara dengan meraih 16 emas dari 23 kali penyelenggaraan SEA Games.
Saat Thailand rutin mengikuti liga voli tertinggi dunia, Volleyball Nations League (VNL) sejak 2018, Indonesia justru selalu jadi juru kunci dalam dua penyelenggaraan SEA V.League terakhir (2024 dan 2025). Dalam ajang voli antarnegara Asia Tenggara itu, Indonesia malah berada di bawah Filipina.
Meski begitu, di level junior, khususnya dalam Kejuaraan Dunia Bola Voli U-21 FIVB 2025, Indonesia tidak punya gap dengan Thailand sejauh di level senior. Pembuktiannya adalah dalam perempat final perebutan peringkat 9-16 di Gelora Pancasila, Surabaya, malam ini (siaran langsung Moji/Vidio pukul 20.00 WIB).
Ulang Strategi Lawan Italia
Indonesia punya bekal positif. Tanpa dua hit terutama, Junaida Santi dan Kadek Diva, skuad merah putih masih bisa mencuri satu set dari unggulan juara Italia di babak 16 besar pada Rabu (13/8). Andai Santi dan Kadek belum bermain hari ini, Marcos masih bisa mengulang strategi se-perti lawan Italia. Yaitu me-ngubah posisi Chelsa Berliana dari middle blocker menjadi opposite.
”Kami perlu mempelajari lagi, melihat opsi yang ada, karena kami akan menghadapi pertarungan yang berbeda. Lawan kami tim kuat di Asia Tenggara,” kata pelatih Indonesia U-21 Marcos Sugiyama. ”Chelsa? Kita akan lihat, ketika kami menempatkan dia di sana (opposite), dia memang sangat bagus,” tutur Marcos.
Di sisi lain, Thailand memang finis keempat di pul D. Tetapi, mereka kalah hanya saat menghadapi unggulan seperti Jepang dan Brasil. Tiongkok yang dihadapi di babak 16 besar juga terbaik di pul B. Ketiganya sama-sama pernah menjuarai FIVB U-21 sekaligus tiga tim dengan partisipasi terbanyak.
Laga malam nanti juga bisa jadi pertarungan dua receiver terbaik turnamen. Saat ini, outside hitter Thailand Warisara Seetaloed memimpin daftar receiver terbanyak dengan 47 receive sukses. Unggul atas libero Indonesia Indah Guretno yang mencatatkan 42 receive sukses. Namun, jika dirata-rata, Indah lebih unggul dengan catatan 8,4 receive per laga, berbanding Warisara dengan 7,83 receive per laga. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG