Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) kembali memastikan kabar adanya perundingan Indonesia dengan Israel mengenai pemindahan warga Palestina dari Jalur Gaza tidak benar. Pernyataan ini merujuk pada pemberitaan yang disampaikan Times of Israel yang menyebut Israel tengah berunding dengan lima negara terkait upaya pemindahan warga Gaza tersebut.
Kelima negara itu meliputi Indonesia, Somalia, Uganda, Sudan Selatan, dan Libya. Bahkan, seorang sumber di-plomatik menyebut Indonesia dan Somalia menjadi pihak yang paling terbuka terhadap gagasan pemindahan ini, mes-ki belum ada keputusan konkret yang diambil.
“Beberapa negara menunjukkan keterbukaan yang lebih besar dibanding sebelumnya untuk menerima imigrasi sukarela dari Jalur Gaza,” sebut sumber tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Kemlu membantah tegas adanya perundingan antara Pemerintah Indonesia dan I-srael mengenai pemindahan warga Gaza.
“Mengenai pertanyaan di atas, bisa saya sampaikan bahwa tidak ada pembicaraan dengan Israel,” tegas Juru Bicara Kemlu Vahd Nabyl A. Mulachela di Jakarta, Kamis (14/8).
Isu pemindahan warga Gaza kembali ramai setelah Wakil Menteri Luar Negeri Israel Sharren Haskel mengumumkan bahwa ia telah tiba di Sudan Selatan, salah satu negara yang disebut-sebut setuju menampung warga Gaza.
Dalam unggahannya, Rabu, Haskel menyatakan dirinya telah bertemu dengan Presiden Sudan Selatan Salva Kiir Mayardit, Menteri Luar Negeri Monday Semaya Kumba, dan pejabat lainnya. Mereka menandatangani nota kesepahaman diplomatik serta mengunjungi pusat trauma Israel yang disebutnya “telah menyelamatkan puluhan nyawa anak-anak.”
Sementara itu, dalam wawancara dengan saluran i24-News Selasa, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanya-hu kembali menyatakan dukungannya terhadap pemindahan massal warga Gaza.
Netanyahu mengatakan I-srael sedang berkomunikasi dengan beberapa negara terkait penerimaan warga sipil yang mengungsi dari wilayah yang dilanda perang tersebut.
“Saya pikir ini adalah hal yang paling wajar. Semua yang peduli pada rakyat Palestina dan mengatakan ingin membantu mereka, seharusnya membuka pintu bagi mereka. Mengapa kalian berkhotbah kepada kami? Kami tidak mengusir mereka, kami memberi mereka kesempatan untuk pergi, pertama-tama dari zona pertempuran, dan juga dari Jalur Gaza itu sendiri jika mereka mau,” tuturnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG