Buka konten ini

BATAM (BP) – Majelis Ekonomi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kepulauan Riau resmi menjalin kerja sama dengan ITMU, merek produk teknologi milik Muhammadiyah, melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU), Kamis (14/8). Penandatanganan dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom.
Ketua Program Studi Sains Data Universitas Saintek Muhammadiyah (USM), Dora Bernadisman, mengatakan, ITMU hadir untuk memberikan solusi teknologi bagi amal usaha Muhammadiyah, mahasiswa, hingga rumah sakit yang dikelola persyarikatan.
“Kita punya produk ITMU, perangkat teknologi yang dirancang untuk mendukung amal usaha Muhammadiyah, mahasiswa, dan rumah sakit yang kita kelola. Sekarang saatnya Muhammadiyah merambah bidang teknologi,” ujarnya.
ITMU, singkatan dari “darimu untukmu”, dikembangkan oleh Lembaga Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPUMKM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Produk ini ditujukan untuk keluarga besar Muhammadiyah dan memberikan deviden bagi lembaga terkait setiap tahun.
Portofolio ITMU mencakup laptop, komputer, smartphone, hingga perangkat monitor, dengan misi memperkuat ekonomi umat melalui sektor UMKM berbasis teknologi.
Dora menambahkan, ITMU mengusung konsep ekonomi Islam dalam sistem bisnis dan distribusinya. Harapannya, ekosistem ini dapat menciptakan kemandirian ekonomi sekaligus membawa keberkahan bagi umat.
“Produk kami beragam, mulai dari laptop hingga ITMU All PC yang cocok digunakan di ruangan kecil, dapat terkoneksi internet, dan mudah dioperasikan. Masih banyak produk lainnya,” jelasnya.
Saat ini, lini laptop ITMU terdiri dari dua seri Litebook dan empat seri Midbook. Untuk PC, tersedia lima jenis All-in-One (AIO) dan empat jenis workstation PC. Sementara untuk monitor, ada dua tipe yakni Liteboard dan Mid Board.
Kerja sama ini menjadi langkah awal Muhammadiyah Kepri dalam mengadopsi teknologi buatan sendiri, sekaligus memperkuat daya saing lembaga pendidikan, layanan kesehatan, dan unit usaha yang dikelola persyarikatan.
“ITMU adalah bukti bahwa Muhammadiyah tidak hanya fokus pada dakwah dan pendidikan, tetapi juga siap menjadi pemain di industri teknologi,” tegas Dora. (***)
Reporter : ARJUNA
Editor : RATNA IRTATIK