Buka konten ini

KIEV (BP) – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menegaskan kembali bahwa Ukraina tidak akan menarik diri dari wilayahnya sendiri. Zelensky mengatakannya karena Presiden Rusia, Vladimir Putin, ingin Ukraina menarik diri dari wilayah Donbas sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata. Wilayah di timur Ukraina itu saat ini dikuasai oleh Rusia.
Berbicara dalam jumpa pers di Kiev kemarin, seperti dilansir Kyiv Post, Zelensky mengatakan bahwa Putin menginginkan kendali atas wilayah Donbas seluas 9.000 kilometer persegi. Rusia saat ini menguasai hampir 20 persen wilayah Ukraina.
“Kami tidak akan meninggalkan Donbas. Kami tidak bisa melakukan ini. Semua orang melupakan bagian pertama bahwa wilayah kami itu diduduki secara ilegal,” kata Zelensky.
“Donbas bagi Rusia adalah batu loncatan untuk serangan baru di masa mendatang,” imbuhnya. Menurut Zelensky, Ukraina tidak ingin mengulang kejadian ketika Rusia secara ilegal mencaplok Semenanjung Krimea pada 2014. Donbas juga bersinggungan dengan wilayah timur Luhansk dan Donetsk. Dua wilayah yang sebagian di antaranya telah diduduki oleh Rusia.
Pertemuan Daring Eropa dan Trump
Pernyataan Zelensky kemarin sekaligus menjadi sikap Ukraina jelang pertemuan antara Putin dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Alaska pada Jumat (15/8). Format pertemuan yang tidak menyertakan Ukraina itu pun menimbulkan keraguan akan posisi AS dalam pertemuan.
Apalagi, utusan khusus Trump, Steve Witkoff, kabarnya telah memberi tahu Zelensky bahwa Rusia siap untuk mengakhiri perang asalkan ada konsesi teritorial dari kedua belah pihak.
Sebelum pertemuan di Alaska, tadi malam Trump melakukan pembicaraan daring dengan Zelensky dan para pemimpin negara Eropa. “Saya akan mendengarkan masukan semua orang,” kata Trump sebelum pertemuan daring kemarin kepada Associated Press. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO