Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Para wakil Indonesia ditunggu lawan-lawan kuat saat memasuki fase kedua atau ketiga Kejuaraan Dunia BWF. Ajang ini berlangsung pada 25-31 Agustus di Adidas Arena. Hal itu berdasar undian yang dilakukan Rabu sore.
Positifnya di sektor ganda hampir semua menempati posisi unggulan, kecuali Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari. Sehingga mendapat bye di babak 64 besar.
Di sektor tunggal putri, Gregoria Mariska Tunjung membuka Kejuaraan Dunia dengan menghadapi Petra Maixnerova dari Republik Ceko. Gregoria ada di pool atas bersama unggulan pertama An Se Young (Korea).
Sebaliknya Putri Kusuma Wardani menempati pool bawah bersama unggulan kedua, Wang Zhi Yi (China). Di babak 64 besar, Putri akan melawan Lo Sin Yan Happy dari Hong Kong.
Pelatih tunggal putri Imam Tohari menyatakan, untuk Jorji -sapaan Gregoria- dalam satu pekan inu sudah cukup membaik. Baik dari segi kondisi maupun teknik. “Ya mungkin daya tahan saja sih. Lainnya sudah kembali seperti semula. Beberapa hari kita tingkatkan kelincahan,” katanya saat diwawancarai.
Secara berat badan diakuinya masih lebih satu dua kilogram dari berat idealnya. “Memang belum normal jika dibandingkan dengan Olympic Paris 2024 lalu,” ujarnya.
Selain itu, Jorji masih ada trauma lampu. Itu kemungkinan akan diatasi dengan kacamata hitam. “Itu sebenarnya kan pas masuk lapangan disorot lampu tajam. Di sesi pertama ada lampu biasanya. Jaga-jaga saja,” bebernya.
Sementara itu, Kabidbinpres PP PBSI Eng Hian menyebutkan, undian ini sudah yang terbaik. Sebab, di Kejuaraan Dunia tidak ada lawan yang mudah. “Hasil undian harus diterima, tidak bisa memilih lawan karena yang ikut adalah semua yang terbaik,” kata Didi, sapaan akrab Eng Hian.
Didi menuturkan, jika melihat undian, idealnya pemain bisa mengatasi lawan-lawan di pertandingan pertama.
“Tapi ini adalah Kejuaraan Dunia, semua bisa terjadi. Tekanan dan suasananya hampir sama dengan Olimpiade jadi tidak boleh lengah sedikitpun,” tegas Didi. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG