Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Polisi melakukan ekshumasi atau penggalian makam HF, 26, mahasiswa yang ditemukan tewas gantung diri sepekan lalu di Perumahan Mahkota Alam Raya, Kelurahan Batu 9, Kota Tanjungpinang. Makamnya berada di Tempat Pemakaman Umum Kilometer 7 Tanjungpinang.
Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam Wahyudi, mengatakan, pembongkaran makam dilakukan untuk memastikan penyebab kematian. Tindakan itu telah mendapat persetujuan keluarga dan menjadi bagian dari penyelidikan yang dilakukan Satreskrim Polresta Tanjungpinang.
“Awalnya keluarga menerima hasil visum awal. Namun, untuk meyakinkan penyebab kematian, kami lakukan ekshumasi hari ini,” ujar Hamam, Rabu (13/8).
Kasatreskrim Polresta Tanjungpinang, AKP Agung Tri Poerbowo, menambahkan, ekshumasi dilakukan atas permintaan keluarga. Mereka juga turut menyaksikan prosesnya.
“Ini agar kasus gantung diri ini dapat terang benderang,” kata Agung.
Proses ekshumasi, autopsi, hingga pemakaman kembali berlangsung sekitar tiga jam. Hasil autopsi diperkirakan keluar dua pekan ke depan. Pemeriksaan dilakukan oleh dokter forensik dari Polda Kepri bersama RSUP Tanjungpinang.
“Sejauh ini, polisi menduga HF mengakhiri hidupnya karena masalah keluarga. “Motif awal ada problem keluarga. Kita tunggu hasil forensik dari Polda Kepri,” tegas Agung.
HF ditemukan tergantung di dapur rumahnya. Selain seutas tali, polisi juga menemukan sejumlah alat isap sabu di lokasi kejadian. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GALIH ADI APUTRO