Buka konten ini

JAKARTA (BP) – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat posisinya sebagai bank pilihan utama untuk layanan keuangan syariah. Termasuk dalam hal pengelolaan dana haji.
Direktur Sales and Distribution BSI, Anton Sukarna, mengungkapkan, tahun ini menargetkan pertumbuhan dana haji sebesar Rp1 triliun setiap bulan.
”Saat ini, (target) sudah tercapai sekitar 51 persen. Pembukaan rekening haji baru telah mencapai 130 hingga 150 rekening per bulan,” ujar Anton saat ditanyai Jawa Pos dalam media briefing di kantornya, Rabu (13/8).
Untuk mendukung pencapaian target tersebut, BSI mematok minimal pembukaan sekitar 250 rekening haji baru setiap bulan. Secara operasional, setiap kantor cabang ditargetkan membuka setidaknya 150 rekening haji dari calon jemaah setiap bulannya.
Anton menegaskan, target itu bukanlah hal yang berlebihan. Karena strateginya adalah melakukan aktivasi rekening haji melalui konversi pengguna aplikasi Byond. Yang mana super apps ritel BSI itu saat ini memiliki lebih dari 8 juta pengguna.
”Tinggal kemudian bagaimana kami mengaktivasi nasabah untuk membuka rekening haji melalui Byond,” jelasnya.
BSI mendorong optimalisasi dana murah lewat tabungan haji. Mengingat, setiap tahun Indonesia mengirim jamaah haji sekitar 221 ribu. Rerata yang berangkat haji menggunakan rekening BSI sebanyak 172 ribu atau sekitar 84,7 persen dari total jamaah se-Indonesia.
Sepanjang 2023-2024, jumlah pendaftar haji di BSI naik 23 persen. Mengacu data Kementerian Agama, saat ini jumlah waitinglist jamaah haji Indonesia mencapai 5,2 juta jamaah. Dari jumlah tersebut, sekitar 3,2 juta nasabah bank berkode emiten BRIS itu sedang dalam antrian masa tunggu.
”Masa tunggu haji yang panjang harus dipersiapkan dengan baik. Dengan cara terus menabung dana persiapan pelunasan haji agar 15-25 tahun mendatang dana haji sudah siap,” ujar Anton.
Tren tabungan haji di BSI naik 18,74 persen Year-on-Year. Sekitar 6,18 juta rekening dengan dana Rp14,2 triliun. Sebanyak 12 persen diantaranya kelompok milenial. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY