Buka konten ini

Sebanyak 28 perusahaan mencatatkan aktivitas ekspor dan impor dengan nilai transaksi lebih dari Rp2,1 triliun di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (Free Trade Zone/FTZ) Bintan pada semester pertama tahun 2025.
Kepala Badan Pengusahaan FTZ Bintan, Farid Irfan Siddik, menjelaskan bahwa aktivitas ekspor impor ini didominasi oleh investor Penanaman Modal Asing (PMA) dengan nilai sekitar Rp1,5 triliun. Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp632 miliar lebih.
“Sebagian besar aktivitas ini berasal dari perusahaan yang bergerak di bidang usaha grosir,” ujar Farid.
Selain itu, sektor manufaktur yang mengolah bahan mentah menjadi barang jadi atau setengah jadi juga turut berkontribusi dalam perdagangan di kawasan tersebut.
Aktivitas bisnis lain di kawasan FTZ Bintan juga memberikan sumbangsih terhadap pertumbuhan ekspor impor.
“Data ini menunjukkan tren positif dalam aktivitas ekspor impor di Kawasan FTZ Bintan pada enam bulan pertama tahun ini,” tambah Farid.
Selain nilai transaksi, FTZ Bintan juga menjadi sumber lapangan kerja. Sebanyak 310 tenaga kerja asing (TKA) bekerja di 28 perusahaan PMA dan PMDN. Sedangkan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang terserap di perusahaan-perusahaan tersebut mencapai sekitar 17.245 orang.
Farid menegaskan bahwa Badan Pengusahaan Bintan terus berupaya meningkatkan infrastruktur penunjang untuk menarik lebih banyak investor ke kawasan FTZ Bintan.
“Pembangunan infrastruktur jalan di kawasan pariwisata dan industri menjadi prioritas kami. Kami menyadari bahwa infrastruktur yang memadai sangat penting untuk membuka potensi kawasan baru,” pungkasnya. (***)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GALIH ADI SAPUTRO