Buka konten ini

Ia adalah saksi bisu perjalanan rasa dari generasi ke generasi sejak 1962 silam.Mengukir kenanangan di setiap suapan, Rumah Makan Damai menjadi lebih dari sekadar tempat makan atau kedai. Di tengah modernisasi, dan beragam kuliner yang ada, Rumah Makan Damai mampu menyajikan menu kuliner yang tak lekang oleh waktu.
SEJAK berdiri pada tahun 1962, Rumah Makan Damai telah menjadi lebih dari sekadar tempat makan. Ia adalah saksi bisu perjalanan rasa yang diwariskan dari generasi ke generasi, mengukir kenangan dan kehangatan dalam setiap suapan. Di tengah derasnya gelombang kuliner yang terus berubah, RM Damai berdiri teguh sebagai ikon masakan Padang yang tak pernah lekang oleh waktu.
Menginjakkan kaki di Jalan Wiratno, tepat di sebelah kiri Mall Ramayana, pengunjung disambut oleh deretan piring yang tersusun rapi di meja panjang. Setiap piring menyimpan cerita dan resep turun-temurun yang dijaga dengan ketat selama puluhan tahun. Ada aroma harum rempah dan cita rasa autentik Minangkabau yang menguar hangat, mengundang siapa saja untuk segera mencicipi.
Berbeda dari rumah makan Padang lainnya di Tanjungpinang, RM Damai memiliki sejumlah menu spesial yang tak mudah ditemukan. Ayam singgang, ayam pop, dan ayam kurma menjadi tiga bintang utama yang selalu dipertahankan kualitasnya.
“Tiga menu ini tidak ada di semua rumah makan Padang di Tanjungpinang. Untuk kualitas rasanya sangat oke, karena terus kita jaga,” ujar Mulyadi Tan, pemilik RM Damai, saat ditemui Selasa (12/8).
Puluhan pilihan lauk tersedia di RM Damai, mulai dari ayam goreng yang renyah, rendang yang kaya rempah, hingga dendeng balado yang menggoda selera. Ada pula gulai cincang, gulai kikil, udang dan sotong gulai, ikan bakar, ikan kurma, kalio jengkol, sayur urap, hingga asin kering. Tidak ketinggalan, pencuci mulut khas Srikayo Daun Kelor yang memiliki rasa unik dan menyegarkan.
RM Damai bukan hanya favorit warga lokal. Banyak wisatawan dan perantau yang datang berulang kali, mencari cita rasa otentik yang mengingatkan pada kampung halaman. Bagi mereka, makan di sini bukan sekadar mengisi perut, melainkan merayakan nostalgia dan kebersamaan.
“Sudah banyak turis yang jadi langganan kami. Bahkan, mereka bilang pernah datang sejak dulu, saat RM Damai masih di Jalan Merdeka,” tambah Mulyadi, mengisahkan jejak panjang RM Damai dalam hati pelanggan.
Meski kini tampil dengan nuansa modern, RM Damai tetap mempertahankan tradisi penyajian khas Padang.
Piring-piring lauk disusun di atas mangkuk terbalik memanjang di meja, memudahkan pelanggan memilih hidangan sesuai selera. Fasilitas pendukung seperti musala, ruang makan indoor dan outdoor, serta ruang meeting, membuat tempat ini nyaman bagi segala kebutuhan.
“Walaupun tempat pindah dan konsep berubah, warga tetap tahu RM Damai karena sudah ada sejak lama,” tutup Mulyadi dengan bangga, meyakinkan bahwa cita rasa dan kehangatan rumah makan ini akan terus hidup, melewati zaman. (***)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GALIH ADI SAPUTRO