Buka konten ini

LIVERPOOL (BP) – Petualangan striker timnas Uruguay Darwin Nunez bersama Li-verpool FC (LFC) hanya bertahan selama tiga musim. Setelah tampil 30 laga dengan hanya delapan kali sebagai starter di Premier League musim lalu, Nunez dijual ke klub Saudi Pro League Al-Hilal SFC. Nilai transfer Nunez EUR53 juta (Rp1 triliun) ditambah bonus.
Nunez dijuluki ”cult hero” oleh Kopites –sebutan fans LFC. Bukan termasuk deretan pemain terbaik, tetapi masih mendapat apresiasi dari suporter. Striker 26 tahun itu kerap diledek sebagai Andy Carroll – mantan striker LFC – lantaran sering gagal memanfaatkan peluang di depan mata.
Namun, Nunez bisa tiba-tiba bisa berubah jadi pahlawan. Kopites paling terngiang ketika Nunez tiga kali menjadi penentu kemenangan The Reds –julukan LFC – di Premier League lewat gol-gol pada injury time. Masing-masing saat mengalahkan Brentford FC 2-0 musim lalu (90+1’ dan 90+3’), serta kemenangan 2-1 atas Newcastle United (90+3’) dan 1-0 Nottingham Forest (90+9’) dua musim lalu.
”Meski durasinya bersama klub ini tidak terlalu lama, fans akan mengenangnya sebagai pemain yang memberikan momen-momen ikonik bersama Liverpool FC,” kata pandit sekaligus mantan striker LFC Michael Owen seperti dilansir dari Liverpool Echo.
Isak Tidak Dilepas The Magpies
Seiring melepas Nunez, LFC jelas butuh pengganti nomor 9 yang ditinggalkan cult hero. Meski sudah mendatangkan Hugo Ekitike dari Eintracht Frankfurt, LFC butuh striker tambahan karena The Reds juga kehilangan Diogo Jota yang meninggalkan karena kecelakaan mobil pada 3 Juli lalu.
Terlebih, LFC telah dikaitkan dengan penyerang Newcastle United Alexander Isak. LFC sempat mengajukan tawaran GBP110 juta (Rp2,41 triliun), tetapi ditolak oleh The Magpies –sebutan Newcastle United. The Magpies kabarnya hanya ingin menjual penyerang 25 tahun asal Swedia itu di harga GBP150 juta (Rp3,28 triliun).
Namun, belakangan, se-perti dilansir Daily Mail dan Mirror, The Magpies berubahan pikiran dan tidak mau melepas Isak. Klub milik PIF atau yayasan yang bernaung di bawah Kerajaan Arab Saudi itu ingin memperpanjang kontrak Isak. Keputusan itu kabarnya malah membuat Isak marah karena terlanjur ingin gabung dengan LFC.
”Tentu saya ingin memiliki skuad terbaik, dihuni pemain terbaik, asal hatinya masih bersama kami,” kata pelatih The Magpies Eddie Howe. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG