Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Pemerintah Kabupaten Karimun menggelar gerakan pangan murah selama tiga hari berturut-turut untuk menstabilkan pasokan dan harga bahan pokok. Program ini sekaligus menjadi rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dua hari pertama kegiatan berlangsung di Markas Kepolisian Resor Karimun. Hari terakhir, warga memadati kawasan Coastal Area untuk berburu kebutuhan dapur dengan harga miring.
“Alhamdulillah, gerakan pangan murah ini sangat membantu masyarakat, terutama untuk mendapatkan beras, telur, dan minyak goreng,” kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan ESDM Karimun, Basori, Senin (11/8).
Bazar ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari distributor sembako, Perum Bulog, hingga petani lokal. Komoditas yang dijual beragam, beras SPHP Bulog, gula pasir, telur ayam, minyak goreng, tepung beras, tepung ketan, tepung terigu, hingga sayuran segar. “Beras Bulog yang kami siapkan sekitar tujuh ton. Paling banyak diburu warga telur, minyak goreng, dan beras,” ujarnya.
Meski bazar telah usai, Pemkab Karimun memastikan pemantauan pasokan sembako tetap berjalan. Basori mengakui ada kendala dalam pasokan beras dan saat ini pemerintah daerah tengah mencari solusi bersama bupati. “Yang penting pasokan tetap lancar, terutama beras, telur, dan minyak goreng,” katanya.
Kapolres Karimun, Ajun Komisaris Besar Polisi Robby Topan Manusiwa, menilai kegiatan ini sebagai wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat. Selain meringankan kebutuhan harian, pasar murah juga diharapkan menjaga stabilitas ekonomi, khususnya menjelang hari besar nasional.
“Ini bentuk sinergi Polri dengan masyarakat untuk menciptakan situasi sosial dan ekonomi yang kondusif,” ucap Robby. (*)
Reporter : TRI HARYONO
Editor : GALIH ADI SAPUTRO