Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN, Nopian Andusti, mengawali kunjungan kerjanya di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Senin (11/8), dengan mengisi kuliah umum di Kampus Poltekkes Tanjungpinang. Dua tema utama dibahas, Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dan program Siap Nikah Goes To Campus.
Di hadapan para mahasiswa, Nopian menekankan pentingnya mempersiapkan diri sebelum melangkah ke pelaminan. Hidup setelah menikah, katanya, tidak sama dengan masa pacaran. Kalau tidak siap, risiko perceraian meningkat,” ujarnya.
Ia memaparkan, pada 2023 terjadi 408.347 perceraian di Indonesia. Mayoritas, 61 persen, disebabkan perselisihan dan pertengkaran. Sisanya dipicu masalah ekonomi, kurangnya kesiapan mental, serta kekerasan dalam rumah tangga.
Menurut Nopian, ada sepuluh dimensi kesiapan yang sebaiknya dipenuhi calon pasangan sebelum menikah: kesiapan berkeluarga, usia, finansial, emosi, sosial, moral, mental, interpersonal, fisik, serta intelektual dan keterampilan hidup. Ia menyarankan mahasiswa memanfaatkan laman Siap Nikah atau berkonsultasi langsung dengan pakar.
“Peran ayah sangat penting. GATI mendorong ayah dan calon ayah aktif serta bertanggung jawab terhadap keluarganya,” kata Nopian.
Selain kuliah umum, BKKBN Kepulauan Riau menggelar pembagian Makanan Bergizi (MBG) di tiga posyandu, Kenari dan Camar di Kelurahan Tanjungpinang Timur, serta Mentari di Kelurahan Tanjung Ayun Sakti. Program ini menyasar 109 balita, tujuh ibu hamil, dan sembilan ibu menyusui.
Kegiatan di Posyandu Mentari berlangsung pukul 10.00 WIB, melibatkan petugas keluarga berencana, Kepala Perwakilan BKKBN Kepri, petugas BGN, kader posyandu, pengurus Kampung KB, ketua RT/RW, serta masyarakat penerima manfaat.
Kepala Perwakilan BKKBN Kepri menegaskan, pembagian MBG adalah langkah konkret pencegahan stunting sekaligus meningkatkan kesadaran akan gizi seimbang.
Antusiasme warga terlihat dari banyaknya penerima manfaat yang hadir dan ikut aktif. Harapannya, program ini dapat meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak, serta memperkuat fondasi keluarga berkualitas di Tanjungpinang. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GALIH ADI SAPUTRO