Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, belum memutuskan mengenai posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP setelah Kongres VI di Bali pada 1-2 Agustus 2025. Sampai saat ini, Megawati masih merangkap jabatan sebagai Sekjen partainya.
Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, menegaskan bahwa posisi Megawati yang merangkap jabatan sebagai Sekjen PDIP bersifat sementara. Puan juga menyatakan bahwa akan ada kejutan terkait posisi strategis tersebut di partainya.
”Pasti ada kejutan. Kita tunggu saja,” ujar Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/8).
Namun, Puan enggan memberikan rincian lebih lanjut tentang kejutan tersebut, termasuk apakah Hasto Kristiyanto akan menduduki posisi tersebut.
”Ya, kita tunggu saja kejutan itu,” kata Puan.
Puan juga menjelaskan posisi PDIP sebagai penyeimbang dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyatakan bahwa dalam sistem presidensial, tidak ada koalisi atau oposisi, hanya ada posisi di dalam atau di luar pemerintahan.
“Sebagai penyeimbang, seperti yang disampaikan Ibu Ketua Umum, kami mendukung kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo selama untuk kepentingan rakyat Indonesia,” ungkap Puan.
Namun, Puan menegaskan bahwa PDIP akan bersuara jika kebijakan pemerintah tidak menguntungkan rakyat.
“Kami akan meluruskan agar program-program pemerintah tidak menyimpang dari kepentingan seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.
Puan menambahkan bahwa PDIP memilih untuk tidak bergabung dalam kabinet Presiden Prabowo Subianto. “Sampai saat ini, tidak ada kader PDIP di kabinet,” tutup Puan. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO TEJO