Buka konten ini

Siang kemarin, hembusan angin terasa kencang tanpa henti, tak lama mendung pekat pun menyelimuti langit Tanjungpinang. Hujan deras pun menyusul turun mengguyur bumi Gurindam 12. Tak tanggung-tanggung, kencangnya hembusan angin yang mencapai 24 knot, sampai membuat pesawat Batik Air dari Tangerang hendak mendarat ke Bandara RHF, terpaksa mengurungkan niatnya, dan memilih mendarat ke Pekanbaru.
SENIN siang (11/8) itu, langit Tanjungpinang tampak kelabu. Awan pekat menggantung rendah, sementara angin kencang berembus tanpa henti. Di udara, sebuah pesawat Batik Air rute Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, menuju Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) tengah bersiap mendarat.
Namun, nasib berkata lain. Saat jarak tinggal beberapa menit dari landasan, hembusan angin mencapai kecepatan 25 knot cukup untuk membuat pesawat berguncang hebat. Pilot mengambil keputusan cepat, membatalkan pendaratan dan mengalihkan penerbangan ke Pekanbaru.
“Iya benar, pesawat Batik Air dialihkan sementara ke Pekanbaru karena kondisi cuaca (angin) buruk di Tanjungpinang,” ujar Section Head of Airport Security and Service Bandara RHF, Rudy Sudrajat. Insiden itu terjadi sekitar pukul 11.05 WIB.
Hingga sore hari, penumpang masih menunggu kabar kapan mereka akan terbang kembali menuju Tanjungpinang. Standar normal kecepatan angin itu berbeda tiap maskapai. “Keputusan akhir ada di tangan pilot,’’’ kata Rudy.
Kejadian ini seolah menjadi pembuka pekan yang penuh tantangan bagi Kepulauan Riau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa hujan lebat disertai petir dan angin kencang akan mengguyur wilayah ini selama sepekan ke depan. Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan termasuk dalam daftar daerah rawan terdampak.
Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Robbi A. Anugrah, menjelaskan cuaca ekstrem ini dipicu oleh kombinasi beberapa faktor atmosfer, MaddenJulian Oscillation (MJO) yang aktif di wilayah Indonesia, sirkulasi siklonik, serta Dipole Mode negatif di
Samudra Hindia. “Cuaca ekstrem diprediksi terjadi di daerah Kepri secara umum” ujarnya.
Hasil pengamatan BMKG menunjukkan, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat akan membayangi sepanjang pekan. Gelombang tinggi, angin kencang, dan potensi banjir menjadi ancaman lain yang membayangi.
Robbi mengingatkan agar sektor-sektor vital seperti pertanian, perkebunan, pariwisata, pelayaran, dan penerbangan meningkatkan kewaspadaan. “Masyarakat Tanjungpinang dan Bintan harus mewaspadai peringatan dini cuaca ekstrem ini,” pesannya.
Langit kelabu Tanjungpinang sore itu seolah mengamini peringatan tersebut. Angin tak kunjung reda, membawa aroma hujan yang pekat, menandai bahwa musim ujian alam baru saja dimulai. (***)
Reporter : YUSNADI NAZAR
Editor : GALIH ADI SAPUTRO