Buka konten ini

BATUAJI (BP) – Polisi mulai mengurai benang kusut kasus tawuran remaja yang viral di media sosial dan terjadi pada Jumat (8/8) malam di Jalan Pahlawan, arah Bundaran Basecamp, Batuaji. Hasil penyelidikan Polsek Batuaji memastikan korban bentrokan bukan siswa aktif, melainkan alumni salah satu sekolah yang disebut terlibat.
PLH Kapolsek Batuaji yang juga Kanit Reskrim, Iptu Andi Pakpahan, mengatakan meski belum ada laporan resmi, penyelidikan terus berjalan. Pendekatan dilakukan dengan menyambangi sekolah-sekolah di wilayah hukum Polsek Batuaji, berkoordinasi dengan polsek lain sesuai arahan Kapolresta Barelang.
“Untuk wilayah Polsek Sagulung ada SMK Negeri 5, Polsek Sekupang untuk SMK Negeri 4, dan Polsek Bengkong untuk SMK Maritim. Sesuai petunjuk Kapolres, pagi tadi kami lakukan pendekatan ke sekolah, khususnya SMK Negeri 1,” ujar Andi, Senin (11/8).
Polisi mengantongi informasi bahwa korban tawuran adalah mantan pelajar SMK Negeri 5. Identitasnya telah diketahui, dan pihak kepolisian sudah berkomunikasi dengan korban serta keluarganya.
Kronologis kejadian, lanjut Andi, bermula dari lomba futsal di wilayah Tumenggung Abdul Jamal yang diikuti sejumlah sekolah. Seusai pertandingan, rombongan pelajar pulang beriringan. Di perjalanan, muncul plesetan yel-yel yang direkam dan disebarkan, menyinggung pihak lain hingga memicu pertemuan yang berujung bentrok.
Meski disebut melibatkan SMK Negeri 5, Andi memastikan siswa aktif sekolah itu tidak menjadi korban. Peristiwa yang terekam video lebih dipicu kesalahpahaman dan emosi sesaat antar kelompok remaja. Ia mengimbau pihak sekolah memberikan pengarahan agar siswa tak terpancing ajakan negatif.
Koordinasi lintas polsek terus dilakukan untuk mencegah bentrok susulan. Polisi juga mengajak orang tua aktif mengawasi aktivitas anak di luar jam sekolah, terutama malam hari. “Pendekatan ini kami lakukan bukan hanya untuk mengungkap kasus, tapi juga mencegah agar peristiwa serupa tidak terulang,” tegas Andi.
Menindaklanjuti insiden ini, Dinas Pendidikan Kepri Cabang Batam menginstruksikan seluruh kepala sekolah untuk meningkatkan pengawasan. Kepala Kantor Disdik Kepri Cabang Batam, Kasdianto, mengatakan masalah tawuran akan dibahas khusus dalam Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) mendatang. Dua sekolah yang disebut terlibat, SMK Negeri 5 Batam dan SMK Maritim, menjadi perhatian khusus.
Kasdianto juga mengingatkan orang tua untuk tidak membiarkan anak berkendara sendiri dan keluyuran di malam hari. “Guru perhatikan di sekolah, orang tua perhatikan di rumah,” ujarnya.
Sebelumnya, video tawuran di Batuaji menunjukkan sekelompok pemuda menyerang dengan balok kayu dan batu, bahkan berlari ke tengah jalan saat lampu merah menyala. Peristiwa singkat namun brutal itu membuat warga resah dan mendorong aparat serta sekolah bergerak cepat menutup peluang bentrok lanjutan.
Langkah Pencegahan
Sebagai tindak lanjut pencegahan, Satbinmas Polresta Barelang bersama Bhabinkamtibmas Polsek Sekupang mengunjungi SMA Negeri 4 Patam Lestari, Kecamatan Sekupang, Senin (11/8).
Kasat Binmas Polresta Barelang, Kompol Yulianti, didampingi Bhabinkamtibmas Patam Lestari, Aipda Fajeri, bertemu Kepala Sekolah Ahmad Tahir dan para guru. Pertemuan membahas keamanan lingkungan sekolah dan langkah preventif mencegah kenakalan remaja, termasuk tawuran.
“Kami ingin memastikan sekolah menjadi lingkungan yang aman dan kondusif. Pencegahan tawuran bukan hanya lewat penindakan, tetapi juga pembinaan dan pengawasan bersama guru, orang tua, dan kepolisian,” ujar Yulianti.
Pembinaan siswa akan diisi edukasi bahaya kekerasan, penyalahgunaan media sosial, dan narkoba. Aipda Fajeri menambahkan, koordinasi rutin sekolah dan polisi menjadi kunci. “Informasi yang cepat tersampaikan membantu kami bergerak lebih awal jika ada indikasi gesekan antar pelajar,” katanya.
Kepala SMA Negeri 4 Batam, Ahmad Tahir, mengapresiasi dukungan kepolisian dalam menjaga ketertiban dan disiplin siswa. Sementara itu, Kapolsek Sekupang Kompol Hippal Tua Sirait menegaskan pihaknya akan terus memperkuat kemitraan dengan sekolah-sekolah di wilayahnya.
“Kami mengajak semua pihak menjaga generasi muda dari perilaku yang merugikan masa depan mereka. Komunikasi dan koordinasi adalah kunci mencegah tawuran,” tegasnya. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA – Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK