Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Amazon Web Services (AWS) mengungkapkan investasi senilai USD 5 miliar (sekitar Rp81 triliun) di Indonesia, yang ditujukan untuk mempercepat transformasi digital nasional dan adopsi Artificial Intelligence (AI). Investasi ini juga diperkirakan akan membuka hingga 24.700 lapangan kerja setiap tahunnya.
Hal tersebut diungkapkan oleh Country Lead AWS Indonesia, Anthony Amni, dalam ajang AWS Summit 2025 yang berlangsung di Jakarta.
Investasi besar ini mencakup pengembangan infrastruktur cloud dan pembangunan pusat data di tanah air. Menurut Anthony, langkah ini bukan hanya memperkuat kehadiran AWS di Indonesia, tetapi juga memberi dorongan signifikan terhadap ekonomi digital.
“Investasi ini diproyeksikan dapat menyumbang hingga USD 10,9 miliar terhadap PDB Indonesia dari tahun 2021 hingga 2036,” kata Anthony.
Di samping pembangunan infrastruktur, AWS juga menaruh fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Hingga pertengahan 2025, AWS menyatakan telah melatih lebih dari satu juta talenta digital, mencakup pelajar SMK, mahasiswa, santri, hingga tenaga profesional.
Anthony menegaskan pentingnya kesiapan SDM dalam memanfaatkan AI secara maksimal. “Kita butuh regulasi yang seimbang, mendorong inovasi tanpa mengorbankan perlindungan konsumen,” ungkapnya.
Ia juga menekankan perlunya sinergi antara sektor publik dan swasta agar teknologi AI bisa diadopsi secara luas dan tepat guna.
Menurutnya, teknologi hanyalah alat, yang paling penting adalah manusia yang menggunakannya dengan keterampilan yang tepat.
Di sisi lain, menjawab kekhawatiran soal kesiapan infrastruktur dan tenaga kerja terhadap perkembangan AI mutakhir seperti generative AI dan agentic AI, Anthony memastikan bahwa AWS telah memiliki kapabilitas teknis yang solid.
Dia bahkan menyebut bahwa Indonesia kini menjadi salah satu negara dengan kapasitas GPU Nvidia terbesar di jaringan global AWS.(***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY