




Dinamika Kota Batam dalam sepekan terakhir diwarnai oleh berbagai peristiwa penting, mulai dari kebijakan tenaga kerja, penegakan hukum di laut, kecelakaan pelajar, hingga pemeriksaan kesehatan gratis bagi siswa.
Pemerintah Kota Batam melalui Wali Kota Amsakar Achmad menyatakan akan segera menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwako) yang mengatur kewajiban perusahaan untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal. Dalam regulasi tersebut, perusahaan diwajibkan merekrut minimal 15 hingga 20 persen pekerja lokal untuk posisi non-skill atau operator.
Langkah ini diambil sebagai upaya melindungi hak warga Batam dalam memperoleh pekerjaan, terutama di tengah ketatnya persaingan pasar tenaga kerja. Amsakar menegaskan bahwa untuk posisi yang memerlukan keahlian khusus tetap akan dilakukan seleksi secara objektif sesuai kebutuhan industri. Ia juga meminta agar perusahaan tidak hanya memberi peluang, tetapi juga kepercayaan kepada tenaga kerja lokal.
Di wilayah perairan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menegaskan komitmennya menjaga kedaulatan laut Indonesia. Sebuah kapal ikan asing berbendera Malaysia ditangkap di Selat Malaka, Selasa (29/7), karena kedapatan menangkap ikan secara ilegal di wilayah perairan Indonesia. Kapal tersebut menggunakan alat tangkap trawl dan diawaki lima warga negara Myanmar. Kini, seluruh awak, kapal, dan hasil tangkapan sudah ditangani PPNS di Pangkalan PSDKP Batam.
Selain itu, 20 rumpon ilegal milik nelayan Filipina ditertibkan di Laut Sulawesi oleh Kapal Pengawas Orca 04 KKP. Tindakan tegas ini sebagai bentuk perlindungan terhadap jalur migrasi ikan yang kerap terganggu akibat pemasangan rumpon tanpa izin.
Di sektor kesehatan, ratusan siswa SMA di wilayah Kelurahan Belian menjalani pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Puskesmas Botania. Hasilnya cukup mengkhawatirkan. Sebanyak 87 siswa mengalami gigi berlubang, tiga siswa memiliki kadar gula darah tinggi, lima siswa hipertensi, dan satu siswa terindikasi anemia ringan.
Bahkan, dua siswi teridentifikasi memiliki gejala gangguan mental. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang menyasar 18.997 siswa pada tahun ini.
Sementara itu, program serupa dari Dinas Kesehatan Batam, yakni Cek Kesehatan Gratis (CKG), telah menjangkau lebih dari 4.000 siswa dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK hingga akhir Juli 2025. Program ini bertujuan mendeteksi potensi gangguan kesehatan sejak dini, baik fisik maupun mental.
Namun, perhatian publik juga tertuju pada kecelakaan lalu lintas yang menimpa tiga pelajar SMPN 31 Batam, Selasa (5/8), di Jalan Punggowo, Batam Center. Ketiganya berboncengan menggunakan sepeda motor tanpa mengenakan helm. Saat mencoba menyalip truk crane dari sisi kiri, mereka tersenggol dan terjatuh. Seorang pelajar, MJK, 13, meninggal dunia di tempat karena terlindas truk, sementara dua lainnya hanya mengalami luka ringan.
Selain itu, persoalan infrastruktur dan cuaca juga menjadi sorotan. Lubang jalan di kawasan Baloi Permai, Batam Kota, kembali dikeluhkan warga. Meski telah dipasangi pembatas jalan, perbaikan belum dilakukan hingga awal Agustus ini.
Di sisi lain, kabut asap tipis juga menyelimuti langit Batam Center, Kamis (7/8). Berdasarkan pemantauan IQAir, kualitas udara sempat masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif dengan indeks 111, namun kondisi berangsur membaik keesokan harinya. (***)