Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Sepuluh kapal pukat asal Tanjung Balai Asahan, Sumatra Utara, yang tengah bersandar di Pelabuhan Perikanan Pantai, Desa Tarempa Timur, mendapat inspeksi mendadak pada Jumat (8/8).
Pemeriksaan dilakukan tim gabungan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri, Pengawasan Sumber Daya Perikanan (PSDKP), dan Balai Pelabuhan Perikanan Pantai (BPPP) Kepri. Fokus utama adalah kelengkapan alat keselamatan di kapal.
“Kami cek ketersediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan perlengkapan keselamatan pelayaran seperti life jacket dan buoy,” jelas Kepala BPPP Kepri, Arie Saputra.
Hasil pengecekan menunjukkan semua kapal memenuhi persyaratan keselamatan. Arie menegaskan, inspeksi ini penting untuk mencegah kebakaran di pelabuhan maupun di kapal yang sedang bersandar. “APAR harus dicek masa kedaluwarsanya dan dipastikan berfungsi, supaya siap dipakai jika ada kejadian darurat,” ujarnya.
Selain itu, perlengkapan keselamatan pelayaran menjadi syarat mutlak untuk melindungi anak buah kapal (ABK) saat bekerja di laut.
Menurut Arie, kapal-kapal ini biasanya singgah di Pelabuhan Tarempa Timur setiap bulan purnama untuk beristirahat dan mengisi logistik. Mereka bersandar 510 hari sebelum kembali melaut menuju Tanjung Balai Asahan.
“Dengan adanya pemeriksaan ini, kami berharap keselamatan pelayaran terjaga dan aktivitas perikanan di Anambas tetap aman dan lancar,” tutup Arie. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO