Buka konten ini

BATUAJI (BP) – Kecelakaan kerja kembali terjadi di industri galangan kapal Batam. Seorang pekerja subkontraktor tewas diduga akibat tersengat listrik saat memperbaiki kapal di PT Marine Shipyard, Tanjunguncang, Kamis (7/8) sore.
Korban diketahui bernama M Raudhul Ma’ari, kelahiran Pariaman, Sumatra Barat, tahun 2004. Ia bekerja di bawah naungan perusahaan subkontraktor PT Sinar Lautan Agung yang tengah mengerjakan proyek perbaikan kapal jenis cement barge di lokasi tersebut.
Insiden nahas itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, korban sedang menghaluskan bagian dalam tangki kapal menggunakan mesin gerinda. Dua orang saksi yang berada di lokasi mengatakan korban bekerja sendirian di dalam tangki.
Saksi pertama, yang bekerja di ruangan lain, berniat meminjam isolasi kepada korban. Namun, setelah beberapa kali dipanggil, korban tidak merespons. Curiga, saksi mengintip ke dalam tangki dan menemukan korban terbaring dengan mesin gerinda di atas tubuhnya. Korban tampak tidak bergerak.
Saksi lalu memanggil rekannya dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak manajemen dan kepolisian. Korban langsung dievakuasi ke RSUD Embung Fatimah.
Namun, sesampainya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andi Pakpahan, membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan penanganan selanjutnya dilakukan oleh Satreskrim Polresta Barelang. “Kami hanya menindaklanjuti laporan awal. Penanganan lebih lanjut dilakukan Polresta,” ujarnya.
Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin, juga membenarkan peristiwa tersebut. Ia menegaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kematian korban. “Masih lidik,” ujarnya singkat.
Zaenal menjelaskan, polisi telah memeriksa sejumlah saksi dari pihak pekerja maupun perusahaan, serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Mengenai kemungkinan adanya kelalaian, ia belum bisa menyimpulkan.
“Semuanya masih dalam proses. Hasil penyelidikan akan kami sampaikan setelah selesai,” tambahnya.
Kecelakaan ini menambah daftar panjang insiden di sektor galangan kapal Batam. Belum genap dua bulan sejak insiden ledakan kapal di PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Batuaji, yang menewaskan lima pekerja dan melukai lima lainnya pada Juni lalu, kini kecelakaan serupa kembali terjadi.
Insiden di PT ASL saat itu mengundang perhatian publik karena dugaan lemahnya pengawasan terhadap penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Ledakan terjadi saat proses pengerjaan kapal di dalam dok, dan menyebabkan luka bakar serius bagi sejumlah korban yang sebagian besar masih berusia muda.
Serikat pekerja dan pengamat ketenagakerjaan kembali menyoroti lemahnya pengawasan dan penerapan K3 di kawasan industri galangan kapal. Mereka mendesak pihak perusahaan maupun otoritas terkait untuk tidak lagi abai terhadap keselamatan pekerja.
“Kalau kejadian seperti ini terus berulang, artinya ada yang salah dalam sistem pengawasan dan penegakan keselamatan kerja,” ujar salah satu aktivis buruh yang enggan disebutkan namanya.
Pekerja berharap perusahaan lebih tegas dan bertanggung jawab dalam menerapkan standar keselamatan kerja, agar kejadian tragis seperti ini tidak lagi merenggut nyawa mereka yang hanya ingin mencari nafkah. (***)
Reporter : Eusebius Sara – Yofi Yuhendri
Editor : RATNA IRTATIK