Buka konten ini

BEIJING (BP) – Amerika Serikat (AS) masih memimpin dalam pengembangan akal imitasi (AI), tetapi Tiongkok cepat mengejar ketertinggalan. Laporan AI Index dari Stanford mencatat, sepanjang 2024, AS meluncurkan 40 model AI unggulan. Sementara Tiongkok 15 dan Eropa hanya 3. Meski masih unggul dalam jumlah, keunggulan kualitas AS kini makin tergerus.
“Tiongkok bergerak sangat cepat dan bisa benar-benar menyusul jika Amerika Serikat lengah,” kata Gregory Allen, penasihat senior di Wadhwani AI Center, Center for Strategic and International Studies, dilansir dari Fox Business.
Kemajuan pesat Tiongkok terlihat dari hasil uji performa AI global. Di bidang penalaran umum, peningkatan global mencapai 18,8 persen. Sementara dalam sains setingkat PhD, lonjakan performa mencapai 48,9 persen. Akurasi pemrograman juga melonjak dari 4,4 persen (2023) menjadi 71,7 persen (2024).
DeepSeek Paling Bersinar
Pada akhir 2023, model AS unggul 17,5 persen dalam tes pemahaman bahasa. Namun di 2024, keunggulan itu tinggal 0,3 persen. Bahkan dalam tes lanjutan MMLU-Pro, DeepSeek-R1 dari Tiongkok mencatat skor tertinggi, mengungguli semua model buatan AS.
Meski ChatGPT masih memiliki enam kali lipat pengguna harian dibanding DeepSeek, model Tiongkok itu telah mencuri perhatian setelah menjadi aplikasi teratas di toko aplikasi pada Januari lalu. “Sejak kemunculan DeepSeek, kita mungkin hanya unggul tiga hingga enam bulan dari Tiongkok pada lapisan pengembangan model AI,” kata David Sacks, kepala bidang AI dan kripto di Gedung Putih.
“Kalau dalam lima tahun ke depan, 80 persen dunia memakai teknologi AS, kita menang. Tetapi, kalau Huawei yang dominan, kita kalah,” imbuh Sacks.
Sanksi Ekspor Dorong Kemandirian
Sanksi ekspor yang membatasi akses Tiongkok terhadap cip NVIDIA sempat menghambat, tetapi juga mendorong kemandirian mereka. Menanggapi hal itu, AS kini kembali mengizinkan cip NVIDIA masuk pasar Tiongkok untuk bersaing langsung.
“Tanpa kebijakan pembatasan ekspor ini, kemungkinan besar superkomputer AI terbesar dunia saat ini sudah berada di Tiongkok dengan teknologi Amerika,” kata Allen. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO