Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Guna meningkatkan keselamatan pelayaran rakyat dan memberi perlindungan bagi penumpang serta pelaku usaha transportasi laut, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam meresmikan Life Jacket Station atau stasiun jaket pelampung di Pelabuhan Pengumpan Sekupang dan Belakangpadang, Rabu (6/8) pagi.
Masing-masing stasiun keselamatan ini dilengkapi 150 unit jaket pelampung yang bisa digunakan masyarakat secara gratis.
Kepala KSOP Khusus Batam, Muhammad Takwim Masuku, menyebut kehadiran fasilitas ini sebagai langkah nyata menjawab kebutuhan keselamatan pelayaran, terutama di kawasan hinterland seperti Belakang Padang.
“Mudah-mudahan ini membantu saudara-saudara kita yang setiap hari beraktivitas menggunakan transportasi laut,” ujar Takwim.
Takwim menjelaskan, sistem distribusi jaket pelampung kini dibuat lebih tertib dan efisien. Jika sebelumnya jaket dibagikan langsung kepada pengemudi boat pancung, kini penumpang bisa mengambil sendiri life jacket di stasiun setelah membeli tiket.
“Setelah beli tiket, penumpang boleh ambil jaket pelampung secara gratis. Saat tiba di pelabuhan tujuan, jaket dikembalikan ke pos yang tersedia. Begitu pula sebaliknya,” jelasnya.
Selain meresmikan dua stasiun, KSOP juga menyerahkan bantuan simbolis sebanyak 40 unit life jacket. Masing-masing 20 unit disalurkan ke warga Pulau Terong dan Pelabuhan Sagulung.
Takwim menekankan pentingnya menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam pelayaran, tak peduli seberapa pendek jaraknya.
“Sependek apa pun rutenya, keselamatan harus tetap jadi perhatian,” tegasnya.
KSOP juga memastikan evaluasi dan perawatan berkala terhadap semua alat keselamatan. Jika ditemukan kerusakan atau masa pakai telah habis, jaket pelampung akan segera diganti.
“Kami minta asosiasi pelayaran segera melapor jika menemukan alat yang rusak. Jangan dibiarkan, karena bisa membahayakan pengguna,” katanya.
Kegiatan peresmian itu turut dihadiri Anggota DPRD Batam, Rival Pribadi. Ia mendukung penuh langkah KSOP dan menyarankan agar ke depan, pengadaan jaket pelampung juga bisa dialokasikan melalui APBD Kota Batam.
“Program ini sangat bermanfaat, apalagi menjelang HUT Kemerdekaan ke-80. Kita ingin masyarakat merasa aman saat menyeberang,” kata Rival.
Dukungan juga datang dari Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Leo Putra, yang hadir mewakili Wali Kota Batam. Ia menyebut, keselamatan pelayaran harus menjadi budaya bersama.
“Budayakan keselamatan di mana pun kita berada. Pemko juga sedang mengupayakan program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pengemudi pancung,” ujarnya.
Dalam jangka panjang, KSOP tengah menyiapkan pelatihan dan sertifikasi bagi pengemudi kapal kecil. Program ini mencakup SKK (Surat Keterangan Kecakapan) 30 hingga 60 mil laut.
“Kami akan komunikasikan kebutuhan pelatihan ini kepada masyarakat, supaya mereka paham bagaimana bertindak dalam kondisi darurat,” jelas Takwim.
KSOP juga membuka peluang kerja sama dengan sekolah pelayaran dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperluas cakupan program keselamatan ini. Ke depan, titik Life Jacket Station akan ditambah di pelabuhan-pelabuhan pengumpan lain yang dinilai rawan.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menumbuhkan budaya keselamatan pelayaran rakyat, seiring meningkatnya aktivitas transportasi laut di wilayah Batam dan sekitarnya. (*)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK