Buka konten ini

BATUAJI (BP) – Kemacetan yang terus berulang di Bundaran Basecamp dan Simpang Barelang, Batuaji, kembali dikeluhkan masyarakat. Dua titik tersebut menjadi langganan padat kendaraan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore, serta saat hujan mengguyur kawasan itu.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam mengimbau masyarakat untuk lebih tertib dan saling mengerti saat melintas di dua persimpangan tersebut.
Kepala Dishub Kota Batam, Leo Putra, mengatakan dua bundaran itu memang kerap dikeluhkan warga karena kemacetan nyaris terjadi setiap hari. Namun, ia menyebut karakteristik jalan di sana berbeda dengan simpang pada umumnya, sehingga tak memungkinkan dipasangi lampu lalu lintas.
“Bundaran Basecamp dan Barelang ini tidak bisa dipasang lampu merah seperti persimpangan biasa. Di sana hanya bisa diberi rambu peringatan, bukan rambu pengatur arus kendaraan,” jelas Leo kepada wartawan, Rabu (6/8).
Menurutnya, tanpa lampu lalu lintas, kunci kelancaran lalu lintas di lokasi tersebut adalah kesadaran dan kedisiplinan pengguna jalan.
“Kami minta masyarakat lebih tertib dan memahami kondisi ini. Jangan saling serobot, apalagi saat jam-jam sibuk. Itu justru memperparah kemacetan,” ujar Leo.
Ia menilai, kemacetan di bundaran itu bukan semata karena tingginya volume kendaraan, melainkan perilaku pengendara yang kerap memaksakan diri ingin cepat sampai. Hal ini kerap memicu kemacetan total hingga kecelakaan kecil karena tidak ada yang mau mengalah.
Contohnya terjadi pada Senin (4/8) pagi lalu. Hujan gerimis membuat lalu lintas di Bundaran Basecamp semakin kacau. Kendaraan, yang mayoritas ditumpangi pekerja dan orang tua yang mengantar anak ke sekolah, menumpuk dan saling berebut jalur lantaran tak ada pengaturan lalu lintas.
“Kami mohon kerja samanya. Tertib berkendara, saling mengalah, dan jangan memaksa masuk bundaran kalau arus dari arah lain belum longgar,” imbau Leo.
Ia menambahkan, Dishub Batam akan melakukan evaluasi dan kajian lebih lanjut terhadap dua bundaran itu guna mencari solusi pengaturan lalu lintas tanpa mengubah struktur jalan yang ada. Namun, untuk saat ini, ia menegaskan bahwa kesadaran pengendara tetap menjadi kunci utama.
“Kalau pengendara tertib, kemacetan bisa diurai. Kami juga akan melihat kemungkinan menempatkan petugas di jam-jam sibuk. Tapi kesadaran masyarakat tetap yang paling penting,” pungkasnya.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata, baik dengan menempatkan petugas pengatur lalu lintas di jam sibuk, maupun menambah marka dan rambu tambahan, agar lalu lintas di dua bundaran itu lebih tertib. (***)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK