Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Program pinjaman modal tanpa bunga dari Pemerintah Kota Batam resmi bergulir sejak awal tahun ini. Namun, hingga Juni 2025, baru 18 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dinyatakan lolos verifikasi dan menerima pencairan dari Bank Tabungan Negara (BTN).
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam, Salim, menjelaskan bahwa jumlah pendaftar program ini terus meningkat. Namun, dari total 575 pengajuan yang masuk, baru sebagian kecil yang berhasil melewati tahap verifikasi ketat dari pihak perbankan.
“Per Juni kemarin, baru 18 pelaku usaha yang dinyatakan lolos dan mendapatkan pinjaman. Saat ini masih dalam proses verifikasi lanjutan karena jumlah pemohon terus bertambah,” kata Salim, Rabu (6/8).
Program ini menyasar pelaku usaha mikro di berbagai sektor, seperti kuliner, kerajinan, industri rumahan, dan usaha kecil lainnya. Setiap peminjam bisa mendapatkan bantuan modal hingga Rp20 juta, tergantung hasil verifikasi pihak bank yang jadi rekanan Pemko.
Total anggaran yang disiapkan Pemko Batam sebesar Rp3 miliar, bersumber dari APBD tahun anggaran 2025. Dana ini digunakan untuk menanggung margin atau “bunga” pinjaman, sehingga pelaku usaha hanya perlu membayar pokok pinjaman saja.
“Kalau program dana bergulir sebelumnya bunganya 4 persen per tahun. Nah, yang ini murni tanpa bunga. Pelaku usaha cukup bayar pokoknya, margin-nya ditanggung pemerintah,” jelas Salim.
Skema yang digunakan adalah pinjaman syariah, bekerja sama dengan BTN. Program ini ditujukan untuk membantu pelaku usaha kecil bertahan dan berkembang, khususnya di tengah tekanan ekonomi saat ini.
Salim juga menyampaikan, pelaku usaha yang ingin mengikuti program ini wajib memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), memiliki KTP Batam, serta aktif menjalankan usahanya di wilayah Kota Batam. Sementara ASN, anggota TNI, maupun Polri tidak diperbolehkan mengikuti.
“Kalau belum punya NIB, bisa datang ke PLUT KUMKM di Komplek Golden Prima, Tanjung Buntung. Akan kami bantu secara gratis,” tambahnya.
Pemko Batam berharap program ini bisa menjadi solusi permodalan yang ringan dan berkelanjutan, sehingga UMKM bisa naik kelas, menciptakan lapangan kerja, serta menggerakkan roda ekonomi kerakyatan.
“Ini bentuk keberpihakan nyata kami kepada UMKM. Semoga semakin banyak pelaku usaha yang terbantu dari pinjaman tanpa bunga ini, sehingga mampu mandiri secara ekonomi,” tutup Salim. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK