Buka konten ini

MANCHESTER (BP) – Bernardo Silva masuk jajaran wakil kapten Manchester City dua musim terakhir. Sejak memperkuat City pada musim panas 2017, Bernardo juga merasakan kepemimpinan enam kapten berbeda. Musim ini (2025–2026), Bernardo harus menerapkan pengalamannya sebagai vice captain untuk menjadi kapten yang sukses bagi The Citizens –julukan City.
Bukan hanya sukses sebagai pemimpin bagi rekan setim, melainkan juga sukses memimpin tim dalam meraih trofi juara. Sejak era kepelatihan Pep Guardiola atau sejak 2016, kapten City tidak pernah absen mengangkat trofi. Dari Vincent Kompany, David Silva, Fernandinho, Ilkay Gundogan, sampai Kevin De Bruyne.
“Aku sangat beruntung pernah main bersama Vincent (Kompany), Fernandinho, David (Silva) karena warisan yang mereka tinggalkan untuk kami adalah tidak cukup hanya jadi klub nomor dua, tiga, atau empat,” kata Bernardo dilansir dari laman resmi klub.
Performa Tim Turun Musim Lalu
Tidak mudah bagi Bernardo menjaga tradisi: kapten City selalu angkat trofi. Sebab, musim lalu performa City mengalami penurunan. Hanya satu gelar yang diraih. Itu pun Community Shield. Hanya butuh satu laga untuk angkat piala yang diperebutkan juara Premier League versus juara Piala FA tersebut.
Kepemimpinan perdana Bubblegum, julukan Bernardo, dalam Piala Dunia Antarklub 2025 pada Juni–Juli lalu juga belum berujung gelar juara. Meski sudah diperkuat rekrutan baru seperti Tijjani Reijnders, Rayan Cherki, dan Rayan Ait-Nouri, langkah City terhenti di babak 16 besar.
Rival Makin Tangguh
Padahal, tantangan musim ini makin berat karena rival City memperkuat skuad mereka. Juara bertahan Premier League Liverpool FC, mi-salnya, merekrut nama-nama seperti Florian Wirtz, Hugo Ekitike, dan Jeremie Frimpong. Arsenal juga mendatangkan bomber Viktor Gyokeres yang dianggap sebagai kepingan (bakal) juara klub berjuluk The Gunners tersebut.
Skuad muda Chelsea pun makin konfiden setelah memenangi Piala Dunia Antarklub dan Liga Konferenasi Europa. Anggota big six Premier League lainnya, Tottenham Hotspur dan Manchester United, diyakini bangkit musim ini setelah musim lalu tergolek di papan bawah.
“Aku pikir setelah musim lalu yang mengecewakan, kami siap membayarnya pada musim ini. Para pemain baru dan skuad yang lebih bugar, kami konfiden menghadapi musim ini,” tutur Phil Foden, gelandang versatile City, kepada Manchester Evening News.
“Finis di belakang Arsenal (di Premier League musim lalu, red) jelas bukan standar kami. Itu tidak boleh terulang,” tegas John Stones, bek tengah City, seperti dilansir dari TNT Sports. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG