Buka konten ini

BATAM (BP) – Pelantikan dan pengukuhan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kepulauan Riau masa bakti 2025–2029 berlangsung meriah di Graha Pena Batam, Sabtu (5/8). Pelantikan ini dirangkaikan dengan penyerahan bonus kepada para atlet peraih medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh–Sumut 2024.
Pelantikan dan pengukuhan dilakukan oleh Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman. Dalam kesempatan itu, Marciano mendorong Kepri, khususnya Batam, untuk mengusulkan diri menjadi tuan rumah penyelenggara event cabang olahraga air.
Menurut Marciano, Kepulauan Riau memiliki potensi besar pada beberapa cabang olahraga prioritas seperti layar, ski air, dan bela diri. Potensi ini harus menjadi fokus utama pembinaan.
“Batam merupakan daerah yang punya daya tarik. Banyak atlet dari daerah lain ingin datang ke Batam. Jadi, saya minta KONI Kepri mengusulkan diri menjadi tuan rumah penyelenggara cabang olahraga air,” imbuhnya.
Selain itu, Marciano juga meminta pemerintah daerah agar memperhatikan atlet-atlet berprestasi supaya mereka bisa terus berkembang. Ia mendorong pengurus KONI Kepri yang baru dilantik agar dapat bekerja maksimal dalam membina atlet lokal.
“Saya juga titip kepada Pak Wakil Gubernur agar memperhatikan atlet-atlet berprestasi. Beri dukungan terus,” ujarnya.
Ketua Koni Kepri, Usep RS siap menjalankan amanah. Ia juga menargetkan berbagai event olahraga baik skala nasional dan internasional dapat digelar di Kepri.
Serahkan Bonus Atlet dan Pelatih
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, mewakili Gubernur Kepri menyerahkan langsung bonus kepada atlet yang telah mengharumkan nama daerah.
“Total anggaran bonus yang disalurkan hari ini lebih dari Rp4 miliar. Jumlahnya bervariasi tergantung jenis medali yang diraih, baik emas, perak, maupun perunggu,” kata Nyanyang usai kegiatan.
Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian luar biasa para atlet dan pelatih yang telah bekerja keras membawa pulang medali untuk Kepri.
“Kami sangat mengapresiasi capaian KONI, para pelatih, dan tentu saja para atlet. Ini bukti nyata bahwa kerja keras dan dedikasi mereka tidak sia-sia. Alhamdulillah, semuanya diberi keberkahan untuk mendorong kemajuan Kepri di bidang olahraga,” ujarnya.
Terkait persiapan menuju PON 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), Nyanyang menjelaskan bahwa anggaran pembinaan masih dalam tahap perencanaan dan belum dapat ditetapkan. “Saat ini belum bisa kami anggarkan karena masih menunggu pengajuan resmi dari KONI. Nantinya akan dibahas bersama DPRD sebelum ditetapkan jumlah anggarannya sesuai kebutuhan yang diajukan kepada pemerintah provinsi,” ucapnya.
Ia juga membuka peluang peningkatan anggaran bonus atlet di masa mendatang, bergantung pada hasil evaluasi pusat pelatihan.
“Kita tingkatkan dulu hasil dari training center. Dari situ akan terlihat potensi perolehan medali, dan itu akan menjadi dasar untuk menambah atau menyesuaikan besaran bonus di periode berikutnya,” ujarnya.
Senada, Marciano juga menyampaikan rasa syukur atas penyerahan bonus atlet tersebut.
“Terima kasih dukungan nyatanya kepada para atlet,” ungkap Marciano.
Ia juga menyampaikan selamat kepada para atlet atas kerja keras mereka hingga berhasil meraih prestasi di PON XXI. (*)
Reporter : M. Sya’ban
Editor : RYAN AGUNG