Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Sudah hampir dua pekan terakhir, warga Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, kesulitan mendapatkan beras. Kelangkaan ini belum juga diatasi oleh pemerintah pusat maupun daerah. Berbagai merek beras baik premium maupun medium mulai raib dari pasaran, berdampak langsung terhadap pelaku usaha kuliner hingga pedagang sembako.
”Tak tahu lagi harus jualan apa. Mencari beras saja saya sampai keliling. Beras premium saja sulit didapat, apalagi beras Bulog.
Bahkan di minimarket pun sudah kosong,” keluh Lia, seorang pedagang makanan, Selasa (5/8).
Tak hanya beras, kebutuhan pokok lainnya juga mulai naik dan langka. Sayuran yang biasa dipasok dari luar daerah mengalami lonjakan harga. Bawang putih, misalnya, yang sebelumnya dijual Rp34 ribu per kilogram, kini tembus Rp42 ribu. Kenaikan ini dikhawatirkan akan terus berlanjut.
“Operasi pasar kemarin tidak berdampak banyak. Pasokan tetap seret. Kami harap Pemkab Karimun bisa segera ambil langkah konkret,” ujarnya lagi.
Keluhan serupa datang dari pedagang sayuran, Wati. Ia mengaku pasokan sayur dari Batam dan Pekanbaru mulai terhambat. Akibatnya, lapak dagangannya sepi.
”Biasanya kami ambil dari Batam seperti tomat, wortel, kentang, dan sayur lainnya. Sekarang hampir tak masuk. Lalu, mau jual apa kami,” ucapnya.
Pantauan di Pasar Puan Maimun menunjukkan suasana sepi pembeli. Banyak lapak kosong, terutama pada komoditas sembako. Beberapa minimarket juga tampak kehabisan stok beras.
”Sudah lama tidak masuk barang. Harga tidak naik, tapi barangnya justru menghilang. Sekitar 70 persen pasokan beras di Karimun berasal dari Batam,” ujar Alex, perwakilan dari minimarket Naga Mas.
Di tengah krisis beras ini, muncul catatan menarik dari pihak Bea Cukai. Selama Operasi Laut Terpadu yang berlangsung dari 1 Mei hingga 7 Juli lalu, Bea Cukai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan beras sebanyak 27.090 karung (setara 714,25 ton) dan gula sebanyak 396 karung (19,8 ton).
Komoditas itu diangkut tanpa dokumen resmi menggunakan kapal KLM 96 Jaya, KLM Harli Jaya 99, KLM Nusa Jaya 2, dan KM Camar Jonathan 05 di sekitar perairan Selat Pengelap, Karas Kecil, Pulau Cempa, dan Pulau Dempo, dengan tujuan daratan Sumatera. Saat ini, proses penindakan dan koordinasi lanjutan sedang dilakukan oleh Bea Cukai bersama Badan Karantina. (*)
Reporter : Tri Haryono
Editor : GALIH ADI SAPUTRO