Buka konten ini


Perusahaan penerbangan asal Prancis, Airbus, resmi meluncurkan pesawat angkut militer A400M untuk Indonesia. Pesawat ini merupakan bagian dari penguatan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI Angkatan Udara dan menjadi unit pertama yang dikirim sejak kontrak pembelian disepakati.
Proses uji coba penerbangan A400M ini dibagikan melalui akun Instagram resmi milik Airbus Defence, @airbus_defence. Dalam video tersebut, pesawat terlihat melakukan berbagai manuver sebagai bagian dari pengujian sistem kendali dan evaluasi performa sebelum masuk tahap akhir produksi.
“Kami tengah menyelesaikan pesawat A400M kedua untuk TNI AU di fasilitas perakitan akhir kami di Seville. Saat ini sedang dilakukan serangkaian pengujian sebelum masuk ke tahap pengecatan,” tulis Airbus dalam unggahan tersebut.
Penampakan A400M Indonesia dalam video itu langsung menarik perhatian dan menuai pujian dari netizen Tanah Air. Banyak warganet menyampaikan harapan agar pemerintah, khususnya Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, menambah jumlah pesawat tersebut demi memperkuat pertahanan udara nasional.
“Semoga pesanannya ditambah,” komentar akun @oetjhilcincila94.
“Tambah lagi Pak @prabowo! Minimal enam unit,” tulis akun @kangmasandri.
Sebagai informasi, kontrak pembelian dua unit A400M ditandatangani Indonesia pada tahun 2021. Dengan kesepakatan ini, Indonesia menjadi negara ke-10 yang ikut serta dalam program pengembangan A400M.
Airbus A400M memiliki kemampuan untuk mengangkut beban hingga 30 ton dengan jangkauan hingga 2.400 mil laut. Daya jangkaunya memungkinkan pesawat ini menjelajahi seluruh wilayah Indonesia dari titik pusat di Jakarta.
Selain kapasitas angkut yang besar, A400M juga dirancang untuk dapat lepas landas dan mendarat di landasan pendek maupun tidak beraspal, menjadikannya sangat andal untuk misi kemanusiaan dan tanggap darurat. Tak hanya itu, pesawat ini juga dapat difungsikan sebagai tanker udara untuk mengisi bahan bakar berbagai jenis pesawat tempur, sehingga memperkuat fleksibilitas operasional TNI AU. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO