Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Setelah sukses menggelar pertunjukan seni budaya di Batam, rombongan seniman asal Peng Shui, Tiongkok, kembali tampil dalam ajang pertukaran budaya bersama Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Kepri. Kegiatan ini digelar di Sekolah Vidya Sasana, Karimun, Senin (4/8), dan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Karimun, Rocky M. Bawole.
“Alhamdulillah, pertukaran seni budaya IndonesiaTiongkok ini sangat bagus. Ini pertama kalinya rombongan dari Tiongkok berkunjung ke Kepri dan langsung datang ke Karimun, yang tentunya sangat istimewa,’’ ujar Rocky.
Menurutnya, ajang ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Karimun karena mampu mempererat pemahaman budaya lintas negara, terutama bagi generasi muda. Ia juga menekankan pentingnya pelestarian seni dan budaya di tengah arus globalisasi.
“Antusiasme pelajar kita luar biasa. Pemerintah daerah sangat mendukung kegiatan semacam ini. Ini peluang memperkaya wawasan generasi muda,’’ imbuhnya.
Sementara itu, Ketua INTI Kepri, Piter Tanjaya, mengucapkan terima kasih kepada panitia INTI wilayah Karimun yang telah memfasilitasi kegiatan pertukaran budaya ini. Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya mempererat hubungan antarkedua negara, tetapi juga membuka peluang kerja sama lebih luas, termasuk dalam bidang pendidikan, budaya, dan investasi.
“Tiongkok dan Indonesia adalah dua negara besar. Saya juga sangat mengapresiasi perhatian Danlanal TBK terhadap seni budaya Melayu yang bahkan sudah memiliki sanggar. Begitu juga Pak Bupati Karimun yang sangat mendukung kegiatan budaya ini,’’ tuturnya.
Anggota DPRD Karimun, Herman Akam, turut mengapresiasi kegiatan ini. Ia menyebutkan bahwa kegiatan seni budaya semacam ini memberi dampak positif, baik untuk promosi daerah maupun membangun rasa toleransi.
“Terima kasih kepada panitia INTI. Semoga ke depan terus eksis dan semakin banyak mempromosikan Karimun ke tingkat internasional. Karimun tetap jaya,’’ ucapnya singkat.
Ketua panitia kegiatan sekaligus Ketua GEMA (Generasi Muda) INTI Kepri wilayah Karimun, Lissa Chia, mengatakan kegiatan ini berjalan lancar berkat kolaborasi para pemuda dan pelajar Karimun yang tergabung dalam GEMA INTI.
“Ini juga bentuk edukasi kerja sosial bagi pelajar. Mereka belajar langsung bagaimana mengemas dan menyukseskan sebuah acara. Alhamdulillah, antusiasme peserta sangat luar biasa,’’ ucapnya.
Pantauan di lokasi, pertunjukan berlangsung meriah dengan menampilkan beragam seni dari kedua negara. Dari Indonesia, tampil seni pencak silat, angklung, hingga tarian zapin. Sementara dari Tiongkok, ditampilkan seni wushu, teknik meniup daun, seni gunting kertas, dan kaligrafi Tiongkok kuno. Aksi-aksi tersebut disambut meriah oleh para pelajar dan undangan yang hadir. (***)
Reporter : TRI HARYONO
Editor : GALIH ADI SAPUTRO