Buka konten ini

BATAM (BP) – Panggung Jakarta Fashion & Food Festival (JF3) 2025 kembali menyuguhkan koleksi fashion yang mengangkat kearifan lokal. Kali ini lewat koleksi LAKON Indonesia yang berkolaborasi dengan desainer Prancis Victor Clavelly dan seniman Héloïse Bouchot.
Diungkapkan Pendiri LAKON Indonesia Thresia Mareta,koleksi kali ini diberi nama URUB yang merepresentasikan penghormatan terhadap kekuatan alam, warisan budaya, serta dedikasi para pengrajin lokal. Tak hanya sekadar busana, koleksi ini dikemas dalam siluet yang kaya akan filosofi dikombinasikan dengan sentuhan visual futuristik dari Clavelly dan Héloïse Bouchot.
Dikatakan Thresia, Di balik harmoni kehidupan, ada cerita tentang pengorbanan. Bumi asri dan lestari bukan karena kerakusan, tetapi karena kerelaan makhluk hidup untuk menyerahkan sebagian dirinya, demi yang lebih besar.
Lalu, ada seorang ibu bertaruh nyawa saat melahirkan. Seluruh hidupnya menjadi catatan tentang cinta yang tidak egois, tentang pengorbanan yang membangun kehidupan baru. Dalam dirinya, tersimpan pesan mendalam tentang altruisme, sebuah kodrat yang bersemayam di setiap gen makhluk hidup.
Alam pun berbicara dalam bahasa yang sama. Letusan gunung yang mengguncang bumi tidak hanya tentang kehancuran, tetapi juga tentang awal yang baru. Dari debu dan lahar, tumbuh ekosistem hijau yang subur, penuh kehidupan.
Begitulah alam semesta menunjukkan bahwa pengorbanan adalah bagian dari tarian abadi penciptaan.
Jauh di luar sana, supernova meledak, menyerahkan dirinya, agar elemen-elemen kehidupan tercipta. Dari ledakan itu lahir galaksi, tata surya, dan akhirnya sebuah planet kecil bernama Bumi, tempat bernafas dan bermimpi.
Kolaborasi ini mempertegas komitmen LAKON dalam menghadirkan karya yang berakar pada tradisi namun menjangkau pasar global melalui inovasi. “URUB adalah nyala besar yang kami harap dapat menerangi. Setiap helai adalah hasil dari perjalanan panjang penuh pemikiran, dedikasi, dan cinta. Di dalamnya, ada kisah para pengrajin batik, pengorbanan dan seni mereka yang tak terukur nilainya,” ujar Thresia.
Sementara itu, Victor Clavelly mengungkapkan senang bisa mempersembakan karyaya di JF3. Koleksi yang diberi judul Les Fragments ini, merupakan pagelaran pertama kalinya di Asia.
Dikatakan Victor, koleksi ini membayangkan dunia pasca-antroposen di mana tubuh bersifat hibrida, disusun kembali, dan berevolusi, tergantung di antara yang organik dan yang artifisial.
Siluetnya menampilkan denim yang direkonstruksi, chainmail modular yang dicetak dalam 3D, dan pakaian-pakaian rumit yang dibuat di studionya di Paris. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK