Buka konten ini

MOSKOW (BP) – Gempa berkekuatan magnitudo 8,8 di Semenanjung Kamchatka, Rusia, pekan lalu (30/7) diduga membangunkan Gunung Krasheninnikov. Minggu (3/8), gunung berapi di Cagar Alam Kronotsky, pantai timur Semenanjung Kamchatka, itu meletus untuk kali pertama setelah 600 tahun.
”Ini adalah letusan Gunung Krasheninnikov pertama yang terkonfirmasi secara historis dalam 600 tahun,” kata Kepala Tim Tanggap Erupsi Gunung Berapi Kamchatka Olga Girina dilansir dari Sky News.
Selain efek gempa Semenanjung Kamchatka pekan lalu, letusan Krasheninnikov terjadi tak berselang lama setelah gempa berkekuatan magnitudo 7 yang mengguncang Kepulauan Kuril kemarin.
Euronews menyebut, kolom abu tercatat membumbung hingga ketinggian 5-6 kilometer di atas permukaan laut. Gunung berapi itu memiliki ketinggian 1.856 meter. Sementara aliran lava terus mengalir menuruni lereng barat daya gunung dan mencapai 2,7 kilometer.
Tidak Ada Ancaman Tsunami
Kementerian Situasi Darurat Rusia Wilayah Kamchatka menyatakan bahwa erupsi Krasheninnikov telah diberi kode bahaya penerbangan ”oranye”. Kementerian tersebut juga mengeluarkan rekomendasi untuk tidak mengunjungi area sekitar gunung berapi tersebut atau mencoba mendakinya.
Sempat dikhawatirkan adanya gelombang tsunami seperti gempa sebelumnya. Namun, Pusat Peringatan Tsunami Pasifik menyebut tidak ada ancaman tsunami setelah gempa itu. Meski begitu, para ahli telah memperingatkan warga dan otoritas pesisir untuk waspada terhadap gempa susulan atau aktivitas seismic yang bisa berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Kepulauan Kuril Rentan
Para seismolog mengatakan gempa bumi beruntun bukanlah hal aneh di Kamchatka. Alasannya karena wilayah tersebut merupakan salah satu zona pergerakan tektonik paling aktif dan merupakan bagian dari proses geologi yang sedang berlangsung.
Kepulauan Kuril di Kamchatka juga rentan terhadap gempa akibat subduksi Lempeng Pasifik di bawah Lempeng Okhotsk. Kepulauan itu pun sangat jarang penduduknya. Meski, memiliki kepentingan militer dan geopolitik yang strategis bagi Rusia. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO